Topik
Koridor V Busway Bermasalah
TEMPO Interaktif, Jakarta: Koridor V Busway yang pembangunannya dimulai September mengalami kendala terkait adanya jembatan lintasan kereta api yang melintas di atas Jalan Gunung Sahari.
Titik perlintasan itu berada 100 meter dari pertigaan pintu masuk Ancol, di samping WTC Mangga Dua dan Pangkalan Utama Angkatan Laut. Jembatan yang temboknya bergambar Megawati dan Hasyim Muzadi itu memiliki ketinggian 3,8 meter dari tanah. Atau kurang satu meter dari ketinggian ideal.
"Bis bisa mentok," kata Kepala Administrasi Sarana Perkotaan Jakarta Utara, Muhammad Yuliadi, Rabu (9/8).
Ketinggian itu diukur setelah peninggian badan jalan dengan beton setebal 30 sentimeter, guna mengantisipasi genangan Sungai Ciliwung yang selalu memenuhi jalan.
Dinas Pekerjaan Umum siang tadi mengadakan pertemuan dengan pemerintah Kotamadya Jakarta Utara untuk membahas koridor V. Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Walikota Jakarta Utara Safrudin Putra dan pelaksana koridor V, PT Yasa.
Walau hasilnya belum final, sementara ini keduanya sepakat menurunkan badan jalan. "Bagian itu akan dipapras (dikikis)," kata Yuliadi.
Metode ini juga dilakukan dalam pembangunan Koridor V di Jalan Jatinegara guna menghindari saluran air.
Namun, kondisi Jakarta Utara berbeda dengan Jakarta Timur. Jika jalan direndahkan permasalahan lama berupa genangan air akan kembali muncul.
Apalagi, kini warga Kelurahan Pademangan Barat yang tinggal di pinggir Jalan Gunung Sahari mengeluhkan banjir yang kerap menggenangi wilayah mereka. Setiap kali hujan dan air pasang, air naik setinggi 20 centimeter.
"Maka Dinas PU juga harus membenahi drainase warga Pademangan Barat itu," kata Yuliadi.
Untuk antisipasi genangan air, "Dinas PU akan siapkan kolam dan pompa," lanjutnya. Pompa akan menyedot air yang tergenang dan akan disalurkan ke kolam yang akan dibangun di samping Pangkalan Angkatan Laut.
Koridor V Busway rencananya akan mulai beroperasi pertengahan 2007. Jalur itu menghubungkan Kampung Melayu dan Ancol, dengan melewati Jalan Jatinegara, Matraman, Salemba dan Gunung Sahari. Koridor ini memiliki panjang jalur 11,3 kilometer.
Wilayah Jakarta Utara sendiri hanya mendapat 1,7 kilometer, dengan dua halte yang akan ditempatkan di WTC Mangga Dua dan depan Hailai. "Tidak ada lahan yang akan dibebaskan," tegas Yuliadi.
Jalur kereta api itu sendiri melayani rute kereta barang dari Stasiun Pasoso (Pelabuhan Tanjung Priok) ke arah Barat, termasuk Cilegon dan Merak. Namun penggunaannya jarang, hanya waktu subuh.
Reza