Warga Keluhkan Tempat Memutar Senayan City

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah warga yang biasa melintasi jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, mengeluhkan keberadaan putaran di depan pusat perbelanjaan Senayan City. Putaran itu sering membuat arus lalulintas dari arah Jalan Hang Lekir tersendat.

Keluhan lainnya, posisi lampu merah yang terlalu dekat ke belokan pun sering membuat kagok. Akibatnya, kecelakaan seperti ditubruk dari belakang—atau menubruk kendaraan di depan—kerap terjadi.

Badri Sanusi, 36 tahun, termasuk warga yang mengeluh. Kamis malam lalu, sekitar pukul 19.00, ia mengalami kecelakaan ringan. Mobil barunya ditubruk dari belakang, persis di depan lampu merah, setelah ia berbelok dari arah Universitas Mustopo Beragama. “Kaget ada lampu merah, saya berhenti mendadak, tertubruk deh,” kata Badri.

Di putaran depan Senayan City itu biasanya ada beberapa petugas yang ikut mengatur lalulintas. Tapi, menurut warga, itu tidak banyak membantu. Mestinya, menurut warga, lampu merah dan putaran tak terlalu dekat ke belokan.

“Mengapa putaran itu tidak persis di pintu keluar Senayan City,” kata Jalil, 32 tahun, warga Cailedug, yang biasa melintasi jalan itu. “Atau, sebelum belokan dari Hang Lekir, ada petugas yang memberi aba-aba.”

Berbeda dengan keluhan warga, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurachman mengatakan, putaran balik yang membelah Jalan Asia-Afrika itu tidak menyalahai aturan. "Menurut studi traffic management yang kami lakukan, putaran itu tak menggangu," ujar Nuaracahman.

Menurut Nurachman, Dinas pun telah melakukan uji coba di jalan berputar itu. "Selama beberapa bulan uji coba, tak ada masyarakat yang keberatan," kata Nurachman.

Jalan berputar di Jalan Asia Afrika, kata Nurachman, sebelumnya pernah ada. Dinas Perhubungan hanya mengaktifkan kembali jalan itu. "Akses itu justru memudahkan warga," kata Nurachman.

Yudha Setiawan|Jajang J