Infografis
Kebakaran Hutan di Riau Setiap Hari Bertambah 46 Titik
TEMPO Interaktif, Riau:
Kebakaran lahan di Riau juga mengalami peningkatan. Lembaga Penggiat Kelestarian Lingkungan setempat menyebutkan setiap hari rata-rata bertambah 46 titik api dan diperkirakan kebakaran melanda ribuan hektare lahan gambut.
"Kebakaran sudah mengkhawatirkan, tapi tak satu pun pelakunya diproses peradilan," kata aktivis Jaringan Penyelamatan Hutan Riau, Ahmad Zazali, Jumat siang tadi.
Sepanjang Juli sampai 16 Agustus ini, jumlah titik api mencapai 1.766 titik berada di area seluas 50 ribu hektare. Semua titik api ini tersebar di sembilan kabupaten/kota, antara lain Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri, dan Kabupaten Pelalawan.
Lembaga itu juga mencatat titik api terdapat di kawasan 44 perusahaan perkebunan hutan tanaman industri dan sawit.
Wakil Gubernur Riau Wan Abubakar mengaku kesulitan mengatasi laju kebakaran hutan dan lahan di Riau. Sebab, batas wilayah hutan tanaman industri dan hutan tak pernah jelas. Wan Abubakar, yang juga ketua koordinator pengendalian kebakaran hutan dan lahan, mengaku telah mendata perusahaan yang mengalami kebakaran lahan.
Badai kabut asap juga melanda Semenanjung Malaysia dan Malaysia Timur. Namun, pemerintah setempat tidak menganggap kabut itu hanya berasal dari Sumatera dan Kalimantan, melainkan juga dari Sabah dan Sarawak.
Departemen Pemadam Kebakaran Malaysia melaporkan lebih dari 2.000 hektare lahan gambut terbakar di Sarawak.
Menurut Deputi Gubernur Sarawak Tan Sri George Chan, hanya tujuh kawasan yang tak terkena polusi, yaitu Bintulu, Miri, Sarikei, Limbang, Kapit, Sibu, dan Petra Jaya. Menteri Perusahaan Perladangan Komuditi Malaysia Datuk Feter Chin Fah Kuih mengaku telah memerintahkan lembaga terkait langsung terjun ke lokasi bencana alam. l
Jupernalis Samosir|TH Salengke (Malaysia)