Indonesia Pembajak Software Nomor 3
TEMPO Interaktif, Jakarta:Posisi Indonesia dalam pembajakan software atau peranti lunak komputer naik menjadi peringkat ke-3 dunia dari sebelumnya peringkat ke-5. Demikian menurut Presiden Direktur Microsoft Indonesia Tony Chen dalam jumpa pers setelah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin.
Menurut Tony, sekitar 87 persen peranti lunak yang digunakan di Indonesia adalah hasil pembajakan. "Kami minta penegakan hukum dari pemerintah," ujar Tony. Dia menambahkan kerugian akibat pembajakan itu mencapai US$ 187 juta.
Tony membantah jika pembajakan ini disebabkan oleh peranti lunak yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Microsoft, kata dia, banyak menjual produknya dengan diskon 90 persen bagi penggunaan di perguruan tinggi.
Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Jalil menyatakan pemerintah sangat prihatin dengan kondisi pembajakan peranti lunak di Indonesia. Pemerintah, dia melanjutkan, telah membentuk tim nasional penanganan pembajakan peranti lunak, yang berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Widodo A.S.
OKTAMANDJAYA WIGUNA


