Pengembang Tak Tertarik Bangun Rumah Susun
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kalangan pengembang tidak tertarik membangun rumah susun karena tidak layak secara bisnis. Sebab, target pasar rumah susun diperkirakan tidak akan mampu membeli akibat mahalnya biaya pembangunan rumah itu.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Rumah Sederhana Seluruh Indonesia (Apersi) Fuad Zakaria mengatakan, pengembang tidak dapat menghindari mahalnya biaya pembangunan rumah susun karena komponen biaya pembangunannya memang sudah sangat mahal.
Contohnya, kata Fuad, biaya pengadaan lahan dipastikan mahal karena berada di tengah kota. Di sisi lain biaya bahan bahan bangunan saat ini sudah semakin merangkak sehingga biaya produksi juga semakin meningkat. “biaya pembangunan rumah susun rata-rata Rp 3-4 juta per meter,” kata dia di Jakarta kemarin.
Apabila harga jual ditetapkan Rp 5 juta per meter, Fuad meragukan ada kelompok sasaran rumah ini, yakni masyarakat dengan segmentasi menengah ke bawah dapat membelinya. "Siapa yang mau membeli," kata dia. Selain itu, harga jual Rp 5 juta itu juga dinilai tanggung oleh pengembang.
Harun Mahbub
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Jurus Sukses UN SMAK 1 BPK Penabur Jakarta
- Ini Syarat Menjadi Manajer Manchester City
- Orang Cerdas Tak Mampu Lihat Gerakan Besar?
- Robot Pintar Ini Digerakkan oleh Ponsel
- X-Wing, Pesawat Luar Angkasa Star Wars, Mendarat di New York
- Persebaya 1927 Bubar? Ini Kata Manajemen
- Ketua MA Akan 'Jewer' Hakim Selingkuh
Berita Utama Bisnis
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah













