Perumahan Israel di Tepi Barat Langgar Konvensi Jenewa
TEMPO Interaktif, Helsinki: Uni Eropa meminta Israel menghentikan semua kegiatan pembangunan pemukiman di Tepi Barat. Kegiatan itu dinilai membahayakan peluang perdamaian dan melanggar hukum internasional.
"Kepresidenan Uni Eropa terganggu dengan kabar bahwa pemerintah Israel telah mengundang peserta tender pembangunan 690 unit rumah baru di pemukiman Tepi Barat di Ma'aleh Adumim dan Beitar Illit," kata pernyataan yang dikeluarkan organisasi negara-negara Eropa itu.
Mereka mengatakan, rencana pembangunan itu juga melanggar Konvensi Jenewa yang menekankan bahwa penguasa pendudukan tak boleh memasukkan atau memindahkan bagian dari penduduk sipilnya ke wilayah yang dia duduki.
Israel merebut Tepi Barat dari Yordania dalam Perang Timur Tengah 1967. Pemerintahan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert baru-baru ini menyatakan penundaan rencana penarikan besar-besaran pemukiman Yahudi dari Tepi Barat.
AP
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Dunia
- Album Pribadi Tsar Rusia Ditemukan di Museum Kecil
- Rumah Barbie di Berlin Diprotes Aktivis Feminisme
- Tersangka Bom Boston Dendam ke Amerika
- Amerika Serikat dan Turki Menekan Suriah
- Arab Saudi Resmi Larang Twitter
- Armin Wertz, Kontributor Tempo, Ditahan di Suriah
- Amerika Minta Taiwan dan Filipina Damai













