Presiden Komisi Eropa Menanyakan Kasus Munir


TEMPO Interaktif, Helsinki:Sebelum acara pembukaan KTT ke-6 Asia Eropa (ASEM) di Amfi Hall, Fair Centre, Helsinki, Finlandia, 10 September 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso.

Dalam pertemuan tersebut keduanya terlibat pembicaraan berbagai hal, di antaranya perkembangan kondisi di Aceh dan kesediaan Uni Eropa membantu dalam pelaksanaan pemilu lokal di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.

Barroso dalam kesempatan itu juga memberi apresiasi terhadap kebijakan pemerintah Indonesia dalam menyikapi situasi politik Timor Leste, yang mereka nilai sebagai ”posisi konstruktif”.

Presiden Yudhoyono pada kesempatan yang sama menjawab pertanyaan Barroso perihal perkembangan pengungkapan kasus kematian pejuang hak asasi manusia Indonesia, Munir, yang meninggal dalam pesawat Garuda Indonesia ketika perjalanan menuju Amsterdam, September dua tahun silam.

Presiden, menurut keterangan juru bicara presiden, Dino Patti Djalal, bertekad menuntaskan proses hukum atas kasus kematian Munir, sebagaimana hukum yang berlaku. Ketika ditanya wartawan, apakah ada kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus Munir? Dino kembali menegaskan, ”Presiden hanya menyatakan bahwa pemerintah bertekad untuk menuntaskan.”

S. Malela M

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X