Ekspansi Pabrik Semen Baru Capai 10 Juta Ton
TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa produsen semen Indonesia berencana mendirikan pabrik baru di Indonesia dengan kapasitas total 10 juta ton.
Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia Urip Timurharyono mengatakan, PT Semen Gresik Tbk., Holcim Indonesia, Indocement Tunggal Prakarsa, dan Semen Tonasa menyatakan akan melakukan ekspansi pabrik baru. “Indocement bahkan menyatakan akan membangun pabrik baru dengan kapasitas 5 juta ton,” kata Urip kepada pers usai diskusi di Jakarta, Selasa (12/9).
Menurut Urip, dengan asumsi pertumbuhan semen nasional per tahun rata-rata 5 persen, diprediksi pada 2015 kapasitas pabrik semen di Indonesia mencapai 100 persen atau mencapai 40 juta ton. Dan pada saat itu pula volume konsumsi nasional juga mencapai 40 juta ton. Jadi diperlukan ekspansi pabrik semen baru untuk menambah kapasitas sejak tahun ini hingga 2008, jika tidak ingin terjadi defisit semen nasional. “Setiap produksi 1 ton semen, membutuhkan investasi US$ 152. Jadi jika ada 10 juta ton, dibutuhkan investasi US$ 1.520 juta,” ujarnya.
Kebanyakan pabrik, lanjut dia, membangun pabrik semen baru di Jawa. Sebab pasar semen yang terbesar masih di pulau ini. “Asosiasi sebenarnya menyarankan mereka ekspansi ke luar Jawa seperti Sulawesi karena bahan bakunya banyak.”
Namun demikian, ekspansi baru tidak mudah dilakukan. Ada beberapa faktor penghambat, antara lain pungutan ilegal di daerah-daerah, harga tanah yang naik terlalu tinggi, masalah konsesi batu kpaur, dan tarif listrik dua kali lipat bagi proyek ekspansi. “Hal ini menyebabkan investor yang semula berniat investasi seperti Siam Cement dari Thailand berpikir ulang.”
Asosiasi industri semen memperkirakan hingga akhir tahun ini, permintaan semen di Tanah Air tidak menggembirakan, yakni hanya tumbuh 1 persen. Padahal semula diprediksi pertumbuhannya sampai 8 persen. Bahkan, secara nasional, produksi semen nasional pada tiga bulan pertama tahun ini negatif 3,3 persen.
Namun, pada tahun depan, konsumsi semen diperkirakan kembali pulih mencapai 5- 7 persen. Ini disebabkan adanya perbaikan kondisi ekonomi makro dan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah mulai berjalan. syakur usman
Komentar (0)
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Kabut Asap di Singapura Diprediksi Bertahan Lama
- DPR Khawatir Pemerintah Ragu Naikkan Harga BBM
- Ada Pekik 'Kopassus' di Luar Pengadilan
- Joki SBMPTN Yogya Berkeliaran Secara Terbuka
- Singapura: Kabut Indonesia Terparah Sepanjang Masa
- Label Merah untuk Makanan Tidak Sehat
- Jokowi Diminta Selalu Ajak Staf Blusukan


