Beras Impor Dibungkus Karung Bulog


TEMPO Interaktif, Jakarta:Beras impor 210 ribu ton akan menggunakan karung Perusahaan Umum Bulog meskipun impor dilakukan oleh perusahaan pemenang tender.

Menurut Direktur Utama Bulog Widjanarko Puspoyo, keputusan ini diambil untuk memastikan beras impor tidak masuk ke pasar. Selain itu, kata dia, beras itu akan diperiksa oleh surveyor di negara impor dan Indonesia.

Dia menambahkan, beras impor ini akan dibawa dengan kapal yang sudah terdaftar nama, jumlah, dan jadwal kedatangannya."Di luar daftar itu yang masuk bukan beras Bulog dan bisa ditangkap," kata Widjanarko di kantornya, Jakarta, hari ini.

Pemerintah telah memutuskan mengimpor beras sebanyak 210 ribu ton beras untuk menambah cadangan beras pemerintah dan menanggulangi kondisi darurat. Bulog sudah melakukan tender yang diikuti 24 perusahaan .

Beras ini rencananya akan datang di 12 pelabuhan. Pelabuhan itu adalah Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam (18 ribu ton), Belawan, Sumatera Utara (22 ribu ton), Dumai, Riau (22 ribu ton), Padang, Sumatera Barat (12 ribu ton),Ciwandan, Banten (16 ribu ton), Balikpapan, Kalimantan Timur(20 ribu ton), Kupang, Nusa Tenggara Timur (34 ribu ton), Bitung, Sulawesi Utara (30 ribu ton), Ambon, Maluku ( 12 ribu ton); Biak, Papua (6 ribu ton); Sorong, Papua Barat (12 ribu ton), dan Jayapura, Papua (6 ribu ton)

EWO RASWA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X