Industri Pertahanan Terjegal Industri Hulu
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perkembangan industri pertahanan di Indonesia masih terjegal oleh industri hulu yang sejak krisis moneter delapan tahun lalu, industri ini masih belum bangkit sepenuhnya.
Keadaan ini menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan Lilik Hendrajaya menjadi salah satu kelemahan dalam menunjang industri pertahanan. "Kurang sinerginya pengembangan industri hulu," kata Lilik di sela-sela acara Forum Komunikasi Departemen Pertahanan di aula Fakultas Teknik Universitas Pancasila, Depok, Kamis.
Lilik menjelaskan, saat ini insitusi yang digawanginya juga sedang mengembangakan berbagai prototipe yang dapat digunakan oleh industri pertahanan. "Namun masalahnya, prototipe belum bisa digunakan secara optimal," ujarnya. Sehingga ia mengharapkan adanya peraturan yang menjadi payung hukum bagi pengembangan industri pertahanan dan industri hulu dari kementrian terkait.
Menurut Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Budi Susilo Soepandji, penelitian dan pengembangan Departemen Pertahanan sedang mencoba untuk mengembangkan pesawat jet latih NOVA. "Pesawat ini bisa digunakan untuk jet fighter, ground attack,dan surface surveillance," kata.
Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga sedang mengembangkan kapal Catamaran yang dapat melaju 55 knot dengan jarak capai 400 mil. "Yang telah kita punya baru melaju 20 knot," jelasnya. Kapal ini cocok sekali untuk daerah yang tidak memiliki pelabuhan karena panjang draftnya hanya 3 meter. Rieka Rahadiana
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Nasional
- Istana: SBY Tak Silau oleh Penghargaan ACF
- WHO Diminta Tak Pangkas Anggaran ke Asia Tenggara
- Busyro: KPK Bisa Segera Tahan Andi Mallarangeng
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Ahmad Rozi Akui Diminta Luthfi Siapkan Data Daging
- Eksekusi Supersemar, Kejaksaan Cari Berkas Putusan
- Revitalisasi Situs Soekarno Rp 44,5 Miliar













