Proyektor Separuh Koin
TEMPO Interaktif, Jakarta:Makin hari ukuran peranti kian menciut menjadi miniatur. Lihat saja komputer meja yang menjadi cukup dalam genggaman tangan, pemutar musik kini sebesar kartu kredit, dan cip memori menjadi lebih kecil dari prangko. Begitu juga proyektor yang dapat dirancang bangun oleh sekelompok insinyur Jerman. Ukuran proyektor itu hanya separuh koin satu sen euro.
Proyektor itu dirancang oleh tim dari Fraunhofer Institute for Applied Optics and Precision Engineering, yang terletak di Jena, Jerman. Lebarnya hanya sebesar 1,6 sentimeter dengan panjang dan tinggi 0,9 sentimeter.
Bila proyektor konvensional menggunakan jutaan cermin yang tersusun dalam sebuah cip--disebut digital micromirror devices--untuk membentuk sebuah gambar, proyektor ini hanya memproyeksikan satu cermin berukuran mikroskopis saja.
Proyektor ini bekerja dengan menembakkan sinar laser lewat sebuah cermin getar. Cermin getar itu lalu akan memantulkan sinar untuk menghasilkan piksel yang memberi bentuk pada gambar.
Untuk saat ini, proyektor mini itu hanya bisa bekerja dengan menggunakan laser merah dan biru. Sedangkan sinar laser dioda hijau, menurut para ilmuwan itu, masih terlalu besar muat dalam proyektor sehingga bisa menghasilkan citra dengan spektrum warna penuh. Walhasil, untuk sementara ini warna-warna yang dihasilkan masih sangat terbatas.
Namun, para peneliti mengatakan, seiring dengan berkembangnya teknologi laser, proyektor mereka itu nantinya akan menawarkan ukuran yang lebih kecil, lebih ringan, dan lebih murah daripada proyektor yang banyak digunakan saat ini.
Menurut Dr Peter Schreiber dari Fraunhofer Institute, proyektor ini bisa dimanfaatkan untuk banyak aplikasi. "Yang paling utama, proyektor ini sangat kecil sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sebuah proyektor untuk telepon seluler atau untuk laptop."
Schreiber menambahkan, tak seperti proyektor biasanya, alat mungil ini bisa menampilkan gambar ke permukaan yang tak rata, seperti permukaan kubah, sehingga bisa digunakan untuk keperluan yang spesifik.
Sebelum ini sebuah video proyektor berbasis laser lainnya pernah diciptakan, tapi belum sekecil proyektor itu. Besarnya masih seukuran sebuah kotak korek api. Agaknya semakin lama segalanya memang semakin mengecil.
BBC | Engadget | Indra Darmawan













