Pembajak Turkish Airlines Ingin Suaka Politik

TEMPO Interaktif, Ankara:Seorang tentara desertir Turki yang menjadi pelaku pembajakan sebuah pesawat maskapai Turkish Airlines kemarin, hari ini bakal segera dideportasi. Peristiwa pembajakan pada Selasa lalu itu terjadi tatkala pesawat berpenumpang 113 orang dalam rute penerbangan dari Tirana, Albania ke Istanbul tapi dibelokkan mendarat di bandara Brindisi, Italia.

Gubernur Istanbul Muammer Guler seusai pendaratan pesawat itu di Brindisi mengatakan Hakan Ekinci, 28 tahun, membajak sendirian. Walaupun tanpa senjata, ia mengancam pilot dengan mengatakan dirinya punya sejumlah kawan dalam pesawat tersebut. Motifnya kuat diduga upaya mencari suaka politik.

"Otoritas Italia tengah menyelidiki apakah ada seseorang yang membantunya," kata Guler kepada televisi CNN-Turk, dinihari tadi. Sebelumnya, Direktur Turkish Airlines Temel Kotil menyebut Ekinci adalah pembajak tunggal.

Kedutaan Turki di Tirana kemarin pagi menyebut Ekinci bakal langsung dideportasi ke Istanbul. Menurut Guler, Ekinci yang dilaporkan baru berpindah memeluk Kristen melakukan desersi bulan Mei lalu saat kabur dari kesatuannya di Istanbul dan terbang ke Albania mencari suaka politik. Tapi gagal.

Guler membenarkan bahwa Ekinci akhir Agustus lalu telah menulis sepucuk surat ke Paus Benediktus XVI meminta bantuan khusus. AFP/BBC/dwi