Nobel Sastra untuk Orhan Pamuk
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penulis Turki, Orhan Pamuk, kemarin dinyatakan sebagai pemenang Nobel sastra 2006. Penghargaan diberikan lantaran dia mampu menemukan simbol-simbol baru dalam perselisihan dan persatuan kebudayaan.
Pria pertama dari Turki yang meraih Nobel ini lahir di Istambul pada 7 Juni 1952. Pada 1985-1988 dia menghabiskan waktunya di Amerika Serikat, salah satunya adalah utuk melakukan riset di Columbia University.
Hingga kini, karya Pamuk telah diterjemahkan ke lebih 40 negara. Namun, pada 2005, pemerintah Turki mengenakan tuduhan kriminal terhadap Pamuk. Ini karena Pamuk membuat pernyataan-pernyataan mengenai pembunuhan lebih dari 1 juta orang Armenia dan 30 ribu orang Kurdi di Anatolia. Bila terbukti bersalah, Pamuk diancam hukuman tiga tahun penjara.
Nobel sastra untuk Orhan Parmuk kali ini merupakan Nobel ke- 103 sejak diberikan untuk pertama kalinya pada 1901 kepada sastrawan Prancis, Sully Prudhomme.
Nobelprize.org/Nur Hidayat
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Platini: Israel Juga Berhak Main Bola
- Seorang Pelajar di Bima Todong Polisi dengan Pistol
- Ini Cara Rumah Sakit Bisa Ambil Untung dari KJS
- Ini Penyebab Rumah Sakit Swasta Ributkan Soal KJS
- Polisi Pelototi Pelat Nomor Kendaraan Pembeli BBM
- Harga BBM Naik, Sorgum Alternatifnya
- KRL Ekonomi Dapat Subsidi Terbanyak


