Jakarta Rancang Empat Pembuangan Sampah Baru

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berrencana membangun empat tempat pembuangan sampah antara milik sendiri. Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Rama Boedi, mengatakan, setidaknya satu dari empat pembuangan sampah itu ditargetkan beroperasi tahun depan.

"Kemungkinan yang di Jakarta Selatan bakal menjadi contoh," kata Rama di Balaikota kemarin.

Keempat tempat pembuangan sampah itu akan dibangun di kawasan Marunda (Jakarta Utara), Kosambi (Jakarta Barat), Ragunan (Jakarta Selatan), dan Pulo Gebang (Jakarta Timur).

Selama ini, Jakarta membuang ribuan ton sampah hariannya ke tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang, Bekasi. Tapi, belum lama ini, longsor terjadi di tempat pembuangan sampah yang memakai sistem curah (open dumping) itu.

Bekerja sama dengan swasta, Pemerintah DKI pun telah membangun tempat pengolahan sampah berteknologi balapres di kawasan Bojong, Ciluengsi, Bogor. Tapi, yang terakhir ini pun gagal beroperasi karena ditolak warga sekitar.

Menurut Rama, keempat tempat pembuangan sampah sementara yang bakal dibangun memakai teknologi berbeda-beda. "Kalau yang satu gagal, tak gagal semua," ujar Rama beralasan. Penentuan jenis teknologi di setiap tempat itu berdasarkan kajian letak geografis, jenis sampah, dan peluang pemanfaatan sampahnya.

Tempat pembuangan sampah Kosambi, misalnya, akan memakai teknologi incenerator atau mesin pembakar bersuhu tinggi. Pertimbangannya, wilayah ini merupakan daerah industri yang sebagian sampahnya berupa sampah non-organik seperti kardus. "Jadi, bisa langsung dibakar," kata Rama.

Adapun tempat pembuangan sampah Ragunan akan memakai teknologi gas plasma yang bisa melumatkan semua jenis sampah. "Tidak ada cerobongnya (asap), karena daerah situ hijau," kata Rama.

Di Pulogebang, tempat pembuangan sampah akan memakai teknologi bio-metanisasi. Teknologi ini akan menghasilkan kompos yang bisa dipakai sebagai pupuk. Alasan pemilihan teknologi itu, kata Rama, karena wilayah Pulogebang masih mempunyai areal persawahan.

Indriani Dyah S