Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 24 Oktober
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menetapkan Idul Fitri pada 24 oktober. Penetapan ini dilakukan setelah menerima masukan dari ahli hisab dan rukyat dari berbagai sumbelah. "1 syawal jatuh pada selasa 24 oktober," kata Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam sidang Isbad di kantornya Ahad (22/10).
Hasil perhitungan yang dihimpun oleh Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama dari berbagai sistem disimpulkan Itjima (Kunjungsi) terjadi hari Ahad 22 Oktober sekitar pukul 12.14 WIB. Saat matahari terbenam pada tanggal tersebut, ketinggian hilal di sebagian wilayah Indonesia Timur yaitu Jayapura, Maluku, Ambon, Manado, Palu, Gorontalo dan Samarinda masih berada di bawah ufuk.
Adapun sebagian wilayah Indonesia barat yaitu Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Pontianak, Palangkaraya dan Banjarmasin hilal di atas ufuk yaitu antara -0 derajat 30 menit sampai satu derajad. Karenanya hilal sulit dilihat sehingga ramadhan diistikmalkan 30 hari dan 1 syawal 1427 Hijriah jatuh pada 24 Oktober.
Pengurus Pusat Muhammadiyah tetap merayakan Idul Fitri pada 23 Oktober, seperti pernyataan sebelumnya. "Muhammadiyah berketetapan hati untuk menjatuhkan 1 Syawal pada 23 Oktober," kata Good Will Zubir dari Muhammadiyah. Sikap pengurus Muhammadiyah ini berdasarkan hisab hakiki.
Terhadap sikap Muhammadiyah ini pemerintah memahami betul keberadaan masyarakat yang memiliki keyakinan berbeda. "Seperti halnya Muhammadiyah yang memetapkan 1 syawal pada 23 Oktober," kata Basyuni.
Namun Basyuni berharap masyarakat dapat menahan diri dan berjiwa besar sehingga perbedaan tidak menjurus pada perpecahan. Adapun warga yang merayakan idul fitri pada 23 Oktober diminta menghargai dan bertenggang rasa kepada warga lain yang masih berpuasa.
Ketua badan hisab dan rukyat Muzyakir melaporkan dari dua puluh sistem perhitungan itjima dan tinggi hilal, 18 diantaranya menganggap 1 Syawal jatuh pada 24 Oktober. Mereka berasa dari beberapa organisasi masyarakat Islam, kata dia, antara lain: Nahdlatul Ulama, Persis, Majelis Ulama Indonesia dan Muhammadiyah.
Menurut Muzakir, Pengurus NU menyatakan 1 syawal jatuh pada 24 Oktober berdasar ketinggian hilal sangat sulit dilihat. Sedangkan MUI menyarankan pemerintah yaitu departemen agama menetapkan 1 syawal berdasarkan rukyat dan memberikan toleransi bagi yang berbeda.
Sidang Isbad dipimpin oleh Basyuni pada pukul 18.30 WIB berlangsung sekitar 70 menit. Sidang dihadiri duta besar negara sahabat antara lain; dari Mesir, Alzajair, Azarbaijan, Tunisia, Pakistan, Malaysia, Palestina, Brunei Darussalam, Maroko, Qatar dan Iran.
Fanny Febiana
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas
- KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Ditjen Kebudayaan
- Marquez Raih Pole Position di Moto GP Perancis
- Pesona Keindahan Danau Tempe
- Mundur, RS Admira Beralasan Tarif Baru KJS
- Studio Film James Bond Undang Produser Indonesia
- Ahmad Fathanah Doyan ke Kafe Dangdut?













