Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi dan Warga Poso Baku Tembak, Satu Tewas

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi Brimob dan warga baku tembak di kawasan Tanah Runtu, kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota, kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah sekitar pukul 21,30 tadi malam. Satu warga tewas, tiga lain kondisinya kritis dalam kejadian menjelang akir bulan Ramadhan ini. " Saat kejadian warga memukul tiang listrik sebagai tanda bahaya," kata Sugianto Kaimuddin, sekretaris Front Pembela Islam Poso yang terlibat dalam kejadian kepada Tempo, Senin (23/10) pagi. Bentrokan bermula pukul 21.30 Wita saat enam polisi Brimob merazia lokasi kejadian. Warga menolak rasia para polisi yang berjalan kaki membawa senapan siap tembak. Warga beralasan rasia mengganggu takbiran sejumlah warga muslim Poso dan tarawih sebagian warga muslim lainnya. Kami juga trauma salah tangkap seperti yang dilakukan polisi pada kasus pengeboman dan penembakan misterius Kata Harun Nyak Item warga Kelurahan Kayamanya. Enam polisi terdesak. Akhirnya mereka meminta bantuan ke kantor polisi daerah. Tak kurang seratus polisi Brimob datang ke kelurahan Gebang Rejo. Situasi Poso pun menjadi tegang. Listrik dipadamkan di wilayah Gebang Rejo, yang dianggap polisi sebagai basis kelompok muslim fundamentalis. Entah siapa yang memulai kontak senjata terjadi. Namun Sugianto mengaku kontak senjata berlangsung sekitar dua jam. Akibatnya, satu warga Gebang Rejo bernama Syaifuddin (21) tewas tertembak. Syaifuddin merupakan adik Haris. Polisi menuding Haris terlibat penembakan Pendeta Irianto Kongkoli Senin pekan lalu. Syaifuddin tewas setelah peluru menembus leher dan pahanya. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Poso. Namun 30 menit kemudian dia tewas. Dua korban lain kritis. Muhammad Rizki alias Kiki (29) tertembak dada dan perutnya. Kini dia kritis dan masih dirawat intensif di rumah sakit Poso. Korban lain warga Kelurahan Kayamanya juga tertembak namun belum diketahui nasibnya. Namanya belum ditahu, tapi warga Kayamanya sudah mengambilnya. ia masih hidup Kata Sugianto. Kepala Polisi Resort Poso, Ajun Komisaris Besar Rudy Sufahriadi mengatakan enam polisi tadi meminta bantuan setelah warga melempari mereka dengan batu. Polisi yang sedang menjalankan tugas itu tak tahan ulah warga. Maka mereka melarikan diri ke pos polisi dalam kota Poso. Mereka lalu meminta bantuan karena sejumlah pos polisi mulai dibakar. Rudy mengatakan polisi mengalami kerugian karena satu truk, tiga unit sepeda motor milik polisi juga dibakar. Saat ini polisi Poso telah meminta keterangan dari warga Poso sehubungan dengan adanya bentrokan tersebut. Kita sudah priksa enam orang sebagai saksi," katanya. "Mereka hanya dimintai keterangan, kita berharap warga Poso tidak terpancing atas insiden ini. Darlis
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Pembangunan PLTA Poso, JK Sebut Berawal dari Pencarian Solusi Konflik 2001

25 Februari 2022

Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla memberikan keterangan kepada wartawan usai mengunjungi Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 29 Maret 2021. Jusuf Kalla bersama Forum Komunikasi Antar Ummat Beragama mengunjungi Gereja Katedral Makassar dan menyampaikan keprihatinan atas insiden bom bunuh diri pada Ahad (28/3). ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang
Pembangunan PLTA Poso, JK Sebut Berawal dari Pencarian Solusi Konflik 2001

Jusuf Kalla bercerita pembangunan PLTA di Poso, Sulawesi Tengah berawal pada tahun 2001 atau saat Poso diguncang konflik


Jika Diminta, TNI Siap Kawal Petani Panen di Poso

11 Oktober 2016

Pasukan Anti Teror Berangkat ke Poso Sisir Sisa kelompok Santoso, TEMPO/Fahmi Ali
Jika Diminta, TNI Siap Kawal Petani Panen di Poso

Program pengawalan kepada petani tersebut hanya untuk enam kecamatan di wilayah Poso Pesisir.


Operasi Tinombala Berlanjut, Ini Dalih KSAD Jenderal Mulyono

10 Agustus 2016

Sejumlah personil Brimob menaiki kendaraan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. Aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok teroris pimpinan Santoso yang kian terdesak di pegunungan Poso dalam operasi keamanan bersandi Tinombala 2016. ANTARA FOTO
Operasi Tinombala Berlanjut, Ini Dalih KSAD Jenderal Mulyono

Polri dan TNI belum akan menghentikan operasi Tinombala di Poso, Sulawei Tengah, sampai kelompok Santoso menyerahkan diri.


16 Anak Buah Santoso Masih Jadi Buron

8 Agustus 2016

Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, bersama anak buahnya, Ibadurohman alias Ibad. Foto: Istimewa
16 Anak Buah Santoso Masih Jadi Buron

Polisi menetapkan 16 DPO jaringan Mujahidi Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah.


Intel Tinombala yang Ditembak Brimob Dimakamkan di Sulawesi Selatan

28 Juli 2016

Personil Brimob berjaga-jaga di pos pantau wilayah Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Selain melakukan patroli lewat darat, polisi juga berpatroli lewat udara dengan helikopter, untuk membantu pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di pegunungan Poso. ANTARA/Zainuddin MN
Intel Tinombala yang Ditembak Brimob Dimakamkan di Sulawesi Selatan

Anggota intel Operasi Tinombala di Poso, Sersan Dua Muhammad Ilman, akan dimakamkan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.


Intel Tinombala Tewas Tertembak oleh Brimob di Poso  

27 Juli 2016

Sejumlah personil Brimob menaiki kendaraan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. Aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok teroris pimpinan Santoso yang kian terdesak di pegunungan Poso dalam operasi keamanan bersandi Tinombala 2016. ANTARA FOTO
Intel Tinombala Tewas Tertembak oleh Brimob di Poso  

Tim Divisi Propam dan Kepala Korps Brimob langsung berangkat ke Poso untuk memeriksa anggota Brimob yang salah tembak oleh intel TNI Satgas Tinombala.


Santoso Tewas, Pansus Revisi UU Anti-Terorisme Kunjungi Poso

22 Juli 2016

Sejumlah prajurit TNI menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. ANTARA FOTO
Santoso Tewas, Pansus Revisi UU Anti-Terorisme Kunjungi Poso

Pansus RUU Antiterorisme ingin menangkap aspirasi warga Poso pasca-tewasnya Santoso.


Aktivis Perdamaian Poso Usulkan Polisi Berdialog dengan Santoso

18 Juli 2016

Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq (kiri) memberikan Maarif Award Budiman Saliki (Poso, Sulawesi Tengah), Asni perwakilan Institute Mosintuwu (Poso, Sulawesi), dan Josep Matheus Rudolf Fofid (Ambon, Maluku) di Studio Metro Tivi, Kebon Jeruk, 12 Juni 2016. TEMPO/Larissa
Aktivis Perdamaian Poso Usulkan Polisi Berdialog dengan Santoso

Polisi diminta mengedepankan pendekatan dialog konstruktif dalam menghadapi kelompok Santoso di Poso.


Begini Kronologi Ditangkapnya Samil, Anak Buah Santoso  

17 Juni 2016

Sejumlah prajurit TNI menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, 24 Maret 2016. ANTARA FOTO
Begini Kronologi Ditangkapnya Samil, Anak Buah Santoso  

Komandan Pos Lape memerintahkan Pos Tamanjeka mendalami dan memastikan kebenaran akan informasi tersebut.


Mayat Anggota Kelompok Santoso Ditemukan Terkubur  

25 Mei 2016

Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi di Mabes Polri, Jakarta, 25 Mei 2016. TEMPO/Inge
Mayat Anggota Kelompok Santoso Ditemukan Terkubur  

Mayat itu diduga bernama Aco alias Sucipto dari Malino. Dia adalah anak buah Santoso yang selama ini menjadi buron.