NATO Didesak Bayar Kompensasi Atas Korban Sipil Afganistan


TEMPO Interaktif, Kabul:Organisasi hak asasi manusia berpengaruh, Human Rights Watch, hari ini menyebut pasukan NATO tidak berbuat cukup cekatan mencegah bertambahnya jumlah korban-korban sipil di Afganistan. Mereka juga mendesak aliansi militer Barat itu menggelar program untuk membayar kompensasi kepada para keluarga korban.

Organisasi yang berbasis di New York itu mengatakan operasi NATO sepekan belakangan di Afganistan ternyata menimbulkan lusinan korban sipil di seluruh negeri. "Ketika pasukan NATO mencoba meminimalisasi menyerang sipil, mereka ternyata tak bisa berbuat banyak," kata Sam Zarifi, Direktur Riset Asia dalam pernyataan Human Rights Watch yang disiarkan Jum'at waktu New York. "Taktik NATO meningkatkan ancaman terhadap warga sipil yang semestinya mereka lindungi."

Lusinan warga sipil dilaporkan tewas di sebelah selatan Afganistan awal pekan ini selama bentrokan terbaru antara tentara NATO yang menggunakan artileri dan serangan udara melawan gerilyawan Taliban. Terutama di distrik Panjwayi, provinsi Kandahar, akibat baku tembak itu banyak warga sipil yang menjadi korban. AFP/dwi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X