Horta Bela Penolakan Pasukan PBB ke Timor Leste
TEMPO Interaktif, Dili:Perdana Menteri Timor Leste, Jose Manuel Ramos-Horta kemarin membela keputusan pemerintahannya untuk menolak tawaran sebuah pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Parlemen Timor Leste Jum'at lalu lewat pemungutan suara mendukung sebuah pasukan penjaga perdamaian PBB mengatasi kerusuhan sipil yang masih berlangsung. Tapi juga disebutkan siap mempertimbangkan perjanjian militer bilateral dan trilateral.
Sekitar 3200 pasukan yang dipimpin Australia diterjunkan ke negeri mungil itu pada Mei lalu setelah meledaknya bentrok antar faksi militer, disusul kerusuhan antar geng di jalanan yang mengakibatkan sedikitnay 37 orang tewas.
Angka itu dikurangi, kini tinggal 1100, diganti kehadiran sekitar 1000 personel polisi PBB. Pihak PBB telah menawarkan sekitar 350 personel pasukan tambahan dengan misi penjaga perdamaian.
Ramoh Horta menyebut PBB telah memutuskan menjaga keberadaan kontingen dari Australia dan Selandia Baru pada 18 Oktober lalu. "Kami mengingatkan keputusan itu karena kami yakin itulah yang terbaik buat kepentingan negara kami dalam menjaga status quo kedua kekuatan yang telah berada di sini dalam jangka waktu tertentu dan telah akrab dengan rakyat Timor Leste," katanya di ibukota Dili.
"Saya sungguh percaya bahwa mereka dapat dan dapat bekerja dalam koordinasi total. Saya berharap perhatian parlemen nasional mungkin harus meninggalkan resolusi tersebut," kata Horta yang pernah memenagi Nobel Perdamaian bersama Uskup Belo. AFP/AP/dwi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- Dahlan Iskan: KJS Ditolak, Askes Dievaluasi













