Tentara Perampok Uang ATM Tertangkap


TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat dari sembilan anggota kawanan perampok brankas uang anjungan tunai mandiri milik PT Bank Central Asia Tbk. tertangkap.

Dua orang di antara perampok yang tertangkap tersebut merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Sedangkan salah seorang yang masih jadi buron adalah anggota TNI Angkatan Darat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu mengatakan penangkapan itu hasil kerja sama dengan Polisi Militer TNI. "Yang menangkap oknum (tentara) itu polisi militer," kata Carlo di Jakarta hari ini.

Kawanan perampok itu menggasak mobil PT Armorindo Artha, perusahaan jasa pengawal pengisian ATM, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, 8 Oktober lalu. Dengan todongan bedil dan granat, kawanan itu membawa kabur sejumlah kotak berisi uang Rp 2,875 miliar. "Kejahatan terencana dengan baik. Ada kerja sama orang luar dan orang dalam," kata Carlo.

Polisi menangkap Yulianda Arifin, 21 tahun, di Jakarta Barat pada 26 Oktober lalu. Kepada polisi, warga sipil ini mengaku mendapat bagian Rp 250 juta. Tiga hari kemudian, polisi meringkus Endang Sarifudin, 41 tahun, di kawasan Bogor. Sopir Armorindo itu mengaku hanya mendapat bagian Rp 30 juta.

Secara terpisah, Polisi Militer TNI juga membekuk Prajurit Satu Toni Sastra di Lampung dan Sersan Satu Armando di Jakarta. Sehari-hari Armando bekerja sebagai petugas keamanan lepas Armorindo. Tapi polisi tak memerinci pembagian hasil rampokan di antara anggota tentara ini.

Polisi masih memburu Sulistiyo Erwadi (anggota TNI Angkatan Darat yang juga kakak kandung Arifin), Anwar, Nuryanto alias Gawang, Seno alias Kentir, dan satu orang lagi yang belum diketahui namanya.

Menurut Carlo, komplotan itu terbagi dua: kelompok Jakarta dan kelompok Lampung. "(Sebagian) yang tertangkap itu residivis dan buruan Polda Lampung," kata Carlo.

Dari tangan tersangka, polisi menyita empat pucuk pistol, 22 butir peluru, satu Isuzu Panther biru dengan nomor polisi B-8700-TW, dan satu Honda Supra Fit bernomor B-1668-UF. Kepada polisi, Arifin mengakui Sulistiyo merupakan pemasok senjata itu.

Muchamad Nafi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X