Topik
Bom Tewaskan 42 Taruna Pakistan
TEMPO Interaktif, Peshawar:Sedikitnya 42 siswa sekolah militer Pakistan Rabu (8/11) kemarin pagi tewas dilumat bom bunuh diri yang meledak di sebuah markas militer di Dargai, 97 kilometer barat laut Peshawar, ibu kota Provinsi North West Frontier. Ledakan juga mencederai 20 serdadu lainnya.
Sejumlah saksi mata mengatakan bom menyalak kuat di saat para taruna tengah melakukan parade pagi. "Suara ledakannya begitu keras," kata Akbar Khan, yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Menteri Dalam Negeri Aftab Sherpao mengatakan pelakunya seorang pria berjubah. "Begitu turun dari mobilnya, ia segera berlari ke dalam kamp," kata Aftab. Tak lama berselang, terdengar suara gemuruh. "Korban berjatuhan. Sekarat. Sepatu dan topi bertebaran ke mana-mana," tutur Aurangzeb, saksi mata di lokasi kejadian. Menteri Aftab mengutuk kejadian tersebut. "Kami akan terus memerangi teror!" katanya.
Hingga kemarin belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan paling mematikan yang ditujukan para militan kepada aparat militer itu. Namun, menurut pantauan BBC, serangan ditujukan sebagai aksi balasan atas serangan militer ke sebuah madrasah yang berjarak 40 kilometer dari kamp militer itu. Dalam serangan itu, 80 orang tewas, di antaranya para santri dan guru. Apalagi di provinsi tersebut ada kelompok Tehrik-e-Nifaz-e-Shariat Mohammadi, yang selama ini dikenal kuat memerangi militer.
Menurut BBC, kepala madrasah yang ikut tewas dalam serangan udara militer Pakistan pekan lalu adalah anggota TNSM. Memang sejak serangan militer Pakistan ke madrasah yang diduga pihak intelijen sebagai kamp pelatihan teroris itu, protes keras marak di sana. Para pemimpin suku yang berdiam di wilayah itu bahkan secara terbuka mengajak pengikutnya memerangi militer Pakistan yang dihujat lantaran berpihak kepada Amerika Serikat.
Serangan bom bunuh ke kamp militer terjadi sehari setelah Presiden Pervez Musharraf menyatakan niatnya menggulung aksi terorisme di negerinya. Hal itu diungkapkan sang jenderal dalam Konferensi Korps Komandan ke-99 di Markas Perwira Tinggi dan hari jadi berdirinya Sekolah Militer Rakyat di Rawalpindi.
"Terorisme merupakan sebuah ancaman bagi keamanan nasional," kata Musharaff. "Akan kami tumpas dan gilas dengan segala risikonya!"
AAP | AP | BBC | ANDREE PRIYANTO