Iran Terus Kembangkan Nuklir
TEMPO Interaktif, Teheran: Inspektur nuklir Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporan rahasianya kemarin menyatakan telah menemukan jejak baru plutonium dan uranium yang diperkaya--keduanya bahan potensial pembuat hulu ledak senjata nuklir--di Iran.
Jejak baru itu mereka temukan dalam wadah-wadah di situs penyimpanan sampah nuklir di Karaj, Iran. Lembaga pemantau nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu tak bisa memastikan bahwa program nuklir Iran itu untuk tujuan damai.
Ketua IAEA Mohamed Elbaradei dalam laporan itu juga merinci bagaimana Iran terus mendorong maju penelitian pengayaan uraniumnya--langkah yang Barat cemaskan akan dibelokkkan untuk membuat bom nuklir. Dunia kini, kata Elbaradei, tak punya pilihan kecuali hidup bersama nuklir Iran.
Iran telah diminta untuk memberi penjelasan lebih jauh soal pengayaan urnaium dan plutoniumnya di Karaj, tapi tanggapannya pada Selasa lalu dinilai terlalu terlambat untuk dianalisis sebelum pertemuan IAEA pekan depan di Wina yang membahas nuklir Iran.
Pejabat PBB mengatakan bahwa seluruh persoalan masih terpaku pada upaya mendapat kerjasama penuh dan tepat waktu antara Iran dengan penyelidik IAEA soal program nuklir yang dimulainya pada Februari 2003 itu.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tetap bersikap optimistik terhadap program nuklirnya. "Rakyat Iran akan mempertahankan hingga akhir hak nuklirnya," kata Ahmadinejad di hadapan ratusan pendukungnya di Sanandaj, Provinsi Kurdistan, yang disiarkan langsung oleh televisi setempat.
"Alhamdulillah, waktu berpihak pada Iran dan setiap hari yang berlalu mereka (kekuatan-kekuatan besar) akan mengambil langkah mundur dan mengakui hak Iran, sedangkan Iran mengambil langkah maju menuju puncak teknologi," kata presiden yang juga profesor teknik sipil di Universitas Ilmu dan Teknologi Iran itu.
Iran selalu menekankan bahwa program nuklirnya itu hanya untuk tujuan damai. Sebelumnya mereka menyatakan ingin mengoperasikan pengayaan uranium berskala industri dengan 54 ribu mesin pemutar nuklir (centrifuge).
"Kami ingin menghasilkan bahan bakar nuklir dan kami telah memasang 60 ribu mesin pemutar, tapi kami masih pada tahap-tahap awal," kata Ahmadinejad dalam konferensi pers kemarin. Menurut Amerika Serikat program itu cukup untuk membuat sebuah senjata nuklir.
"Pernyataan Ahmadinejad dan draf laporan IAEA menunjukkan pentingnya Dewan Keamanan untuk bertindak terhadap Iran," kata John Bolton, ambasador Amerika Serikat di PBB. "Sanksi-sanksi jelas satu-satunya cara untuk merebut perhatian iran."
AFP | AP | GULF NEWS | THE JERUSALEM POST | IWANK
Komentar (3)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
Berita Utama Dunia
- Bos IMF Jadi Saksi Diawasi dalam Kasus Arbitrase
- Pemilu Iran, Inilah Profil 8 Calon Presiden
- Jembatan Antar-Pulau di Washington Ambruk
- Pengacara Kirim Petisi ke Pentagon Soal Guantanamo
- Gara-gara Pisang, Guru Ini Diskors
- Cameron: Serangan di London Tak Terkait Islam
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest














