Kalla: Yang Penting Lapindo Tak Pergi
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang Ketua Umum Partai Golkar, menegaskan PT Lapindo Brantas tetap bertanggungjawab atas semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, meski pemilik saham telah berpindah tangan. "Siapapun pemiliknya dalam keppres itu Lapindo yang bertanggung jawab," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat(17/11) di Kantor Wakil Presiden Jakarta.
Kalla mengatakan PT Lapindo, yang sahamnya tak dimiliki PT Energi Mega Persada--kelompok Bakrie--, akan tetap bertanggungjawab. Karena Lapindo masih berada di Indonesia. Namun soal tanggungjawab dari pemilik lama, Kalla mengatakan, "Yang bertanggung jawab Lapindo kan, Lapindo-nya tidak pergi kan?"
Saham PT Energi Mega Persada, anak usaha group Bakrie, di Lapindo dijual pada Freehold Group Limited. Lapindo Brantas Inc menguasai 50 persen partisipasi pada blok Brantas. Sedangkan Medco E&P Brantas menguasai 32 persen. Sisanya, dimiliki Santos Brantas 18 persen. Semula PT Energi Mega, Lapindo Brantas, Medco, dan Santos yang semestinya bertanggungjawab atas bencana yang tak kunjung teratasi ini.
Badan Pengawas Pasar Modal sedang meneliti penjualan saham milik kelompok Bakrie ke Freehold. Mereka juga akan meneliti perusahaan pembeli. Menurut Bapepam, Freehold tidak memiliki hubungan dengan kelompok Bakrie. "Saya belum lihat strukturnya(Freehold), siapapun itu tetap tanggung jawab, kami lihat nanti. Soal pemegang sahamnya, itu urusan Bapepam," ujar Kalla.
Apakah itu berarti kelompok Bakrie tak lagi bertanggungjawab atas semburan lumpur???
SUTARTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
- Korban Lapindo Ancam Minta Suaka Politik ke AS
- 10 Fakta Menarik Jelang Dortmund Vs Bayern
- Tabrakan Maut, 2 Tewas dan Belasan Kritis
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
Berita Utama Nasional
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Ahmad Rozi Akui Diminta Luthfi Siapkan Data Daging
- Eksekusi Supersemar, Kejaksaan Cari Berkas Putusan
- Revitalisasi Situs Soekarno Rp 44,5 Miliar
- Pemilik Akun @benhan Jadi Tersangka
- Saat Kelulusan, Darin Mumtazah Tak Ada di Sekolah
- Soeripto Mengaku Pernah Ditawari Rumah oleh Luthfi













