Depok Akan Teliti Tempe
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Setelah tahu, giliran tempe yang akan diteliti oleh Dinas Kesehatan Kota Depok. Tempe di kota itu dikhawatirkan mengandung berbagai bakteri berbahaya karena tidak diolah dengan standar kesehatan.
Dinas itu akan meneliti 40 pabrik tempe di enam kecamatan di Kota Depok yaitu Sukmajaya, Cimanggis, Pancoran Mas, Beji, Sawangan, dan Limo. Penelitian akan dilakukan seputar kebersihan saat pengolahan tempe dan air yang dipergunakan untuk pembuatan tempe.
Kepala Seksi Makanan, Minuman, dan Obat Tradisional Dinas Kesehatan kota Depok, Devi Mayori mengatakan, mereka menerima informasi dari masyarakat tentang produsen tempe yang kurang layak dalam membuat dan mengolah tempenya. “Tidak semua pabrik," kata Devi kepada Tempo saat dihubungi melalui telepon selulernya, hari ini.
Devi mengatakan mereka akan meneliti kemungkinan tempe terkontaminasi bakteri salmonella, shigela, dan ecoli. Ketiga bakteri bisa menyebabkan sakit perut, diare, atau muntah-muntah.
Menurut Devi, dinas akan melakukan penelitian pada awal Desember mendatang bersamaan dengan program penelitian pengambilan sampel tahu yang diindikasikan masih mengandung formalin pada air rendamannya.
ENDANG PURWANTI
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Berita Utama Metro
- Jokowi Evaluasi PRJ Monas Hari Ini
- Pengamat: KJS Pangkas Pemborosan di Rumah Sakit
- Polisi Lepas Pelajar Pendemo Kenaikan BBM
- Jokowi Kucurkan Rp 291 Miliar untuk Kampung Betawi
- Jokowi Tak Setuju BLSM, Ini Kata Mendagri
- Jokowi Diminta Perbarui Data Acuan Ina-CBGs KJS
- Mereka Tertolong dengan KJS ala Jokowi-Ahok


