Gencatan di Gaza, Hujan Roket di Israel


TEMPO Interaktif, Gaza:Kelompok militan Palestina Ahad (26/11) kemarin kembali menghujani Israel dengan roket dari Gaza kemarin, beberapa jam setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Gencatan senjata diharapkan akan segera menyudahi serangan berdarah Israel selama lima bulan terakhir.

"Presiden Mahmud Abbas mengutuk serangan yang akan menodai kesepakatan gencatan senjata itu," tutur juru bicara Otoritas Palestina menanggapi serangan dadakan tersebut. Padahal, dalam gencatan senjata itu, Israel bersedia mundur dari Jalur Gaza asalkan kaum militan Palestina berhenti menembakkan roketnya ke wilayah Israel.

"Kami akan berupaya mengekang diri dan bersabar menanggapi upaya kelompok militan Palestina merusak gencatan senjata," kata Perdana Menteri Israel Ehud Olmert saat menghadiri acara pembukaan sebuah sekolah di Kota Bedouin, Rahat, di selatan Israel. "Sedari awal saya sadari gencatan senjata ini tak akan begitu saja mulus berjalan."

Presiden Abbas sejauh ini telah memerintah pasukannya mengamankan wilayah utara Gaza guna mengantisipasi serangan roket berikutnya. Kendati begitu, belum jelas apakah ia akan memakai kekuatan senjata untuk meredam aktivitas kelompok militan itu. "Presiden mau militer menyetop militan," tutur juru bicara Otoritas Palestina.

Hingga laporan ini ditulis, sedikitnya sudah lima roket diluncurkan ke wilayah selatan Israel. Dilaporkan tak ada korban jiwa akibat serangan roket itu. "Tak ada alasan untuk berdamai selama agresi masih berlanjut di setiap jengkal tanah kami," demikian kata kelompok militan dalam pernyataan sikapnya.

Sayap bersenjata Hamas mengakui pihaknya sukses menyarangkan dua roket ke Israel. Padahal pemimpin mereka berikrar mematuhi gencatan senjata. Sedangkan Brigade Martir Al-Aqsa, faksi militer Gerakan Fatah--tempat Abbas bernaung--mengatakan mengirim dua roket ke wilayah Yahudi.

l AP/AFP/YNET/WASHINGTONPOST/ANDREE PRIYANTO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X