Giliran Israel Langgar Gencatan Senjata
TEMPO Interaktif, Kota Gaza: Israel, Senin (27/11) dinihari, dengan seenaknya melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dibikinnya bersama Palestina pada Ahad lalu. Negeri Yahudi itu masih meneruskan operasi militernya di Tepi Barat, bahkan membunuh seorang pejuang dan wanita paruh baya.
Juru bicara Angkatan Darat Israel berkilah serdadunya yang sedang berpatroli di Qabatiya diberondong peluru oleh Palestina. Lalu mereka balas menembak. Abdul Razek Nasser, Ketua Komite Perlawanan Rakyat lokal, meregang nyawa dalam adu senjata. Begitu juga Fatma Nezal, 55 tahun.
"Tentara kami melihat bayangan lari dan melindungi pria bersenjata, tapi ternyata seorang wanita," kata juru bicara yang tidak disebut namanya itu. Dalam operasi tersebut, serdadu Israel juga menangkap 15 anggota milisi di kota yang terletak di utara Tepi Barat itu. Kontak senjata juga pecah di Nablus.
Gencatan senjata yang disepakati Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Presiden Palestina Mahmud Abbas diharapkan menyudahi kekerasan berdarah. Militer Israel mesti mengakhiri operasinya di Gaza dan Tepi Barat. Adapun pejuang Palestina harus menyetop tembakan roketnya.
Tapi sayap militer Hamas dan Fatah membandel. Beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai, mereka memuntahkan roket-roketnya. Tak kurang dari lima mesin perang itu mendarat di wilayah Israel. Padahal pemimpin mereka baru saja bersumpah bakal mematuhi kesepakatan.
Keberlangsungan gencatan senjata juga terancam oleh ultimatum petinggi Hamas Khaled Mashaal: para pejuang bakal meluncurkan gerakan intifada ketiga atas Israel kalau negara Barat dan lembaga internasional gagal menemukan pemecahan politik soal Palestina dalam waktu enam bulan.
"Saya katakan enam bulan, tapi Anda butuh tambahan waktu," kata Mashaal akhir pekan lalu. "Ada kemungkinan bakal kami kasih delapan bulan atau setahun asalkan ada kesempatan politik horizon (menciptakan negara Palestina berdasarkan Perjanjian 4 Juni 1967 soal batas wilayah) secara terbuka."
AFP | AP | HA'ARETZ | SS KURNIAWAN
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Berita Utama Dunia
- Snowden Bantah Jadi Mata-Mata Cina
- Inilah Akun Twitter Presiden Iran Terpilih
- Ditaruh di Ban, Penyelundupan Kaki Beruang Gagal
- Hassan Rouhani Akan Bawa Iran Lebih 'Bersahabat'
- Warga AS-Kuba Bakal Bisa Saling Berkirim Surat
- Ternyata NSA Juga Mata-matai Dmitry Medvedev
- Anwar Ibrahim Pastikan Gelar Demo Besar


