Warga Kalibata Mengantri Minyak Tanah

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Antrian warga untuk mendapatkan minyak tanah masih panjang. Di pangkalan minyak Haji Cholid di Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, tampak sekitar seratus orang mengantri untuk mendapatkan tiga liter minyak.

Arif (21) mengaku sudah mengantri dari pukul 06.30 WIB pagi. "Kalau nggak gini, nggak bisa nyari uang," kata pedagang bubur keliling ini.

Sehari Arif membutuhkan sedikitnya sepuluh liter minyak. Dengan jatah tiga liter, Arif harus mencari lagi pangkalan minyak yang lainnya. "Waktu saya sekarang banyak tersita untuk nyari minyak tanah," kata warga Pasar Minggu ini.

Kusnadi (30) juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah sebulan terakhir ini. Sebagai orang kecil, Kusnadi mengharapkan pemerintah segera mengatasi permasalahan ini. "Masa harus begini terus," katanya singkat.

Haji Cholid, pemilik pangkalan mengatakan, jumlah pasokan minyak tanah dari Pertamina hanya 5000 liter. "Sebelumnya seminggu dua kali, tapi sekarang hanya sekali," katanya.

Penjualan minyak hari ini diperuntukkan untuk warga sebanyak tiga liter per orang. Minyak tanah sebanyak itu dijual seharga Rp 2.500 per liter. Sampai siang ini, minyak tanah sudah terjual habis.

RUDY PRASETYO