Topik
Unggas di Cisoka tak Terinfeksi Flu Burung
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Tangerang memastikan unggas di sekitar rumah Endang Sri Rahayu tak ada yang terjangkit flu burung. Sebab, selama sebulan terakhir, tak ada unggas yang sakit atau mati karena avian influenza di perumahan itu.
"Semuanya negatif," kata Mawardi Nasution, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Manusia, dan Veteriner Dinas Peternakan Tangerang, kemarin. Memang pada bulan puasa lalu banyak unggas yang mati mendadak, "Tapi itu karena penyakit tetelo."
Endang Sri Rahayu, 35 tahun, warga perumahan Taman Adhiyaksa, Cisoka, meninggal dunia Selasa dini hari lalu. Tim dokter di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso menyatakan ibu satu anak itu positif terinfeksi flu burung. Dia merupakan korban meninggal ke-57 di Indonesia akibat virus itu.
Menurut Mawardi, dinas peternakan telah memeriksa secara berkala semua populasi unggas di perumahan itu. Pemeriksaan berlangsung sejak 14 November lalu. Saat itu, instansinya menerima laporan ada warga terkena flu burung. "Ada 50 ekor unggas yang kami periksa. Semuanya sehat," katanya.
Penyemprotan terhadap perumahan itu juga sudah dilakukan. Tapi Mawardi mengakui pihaknya belum memeriksa sampel darah unggas, misalnya dengan alat pendeteksi cepat (rapid test) flu burung. "Rapid test hanya akan kami pakai jika ada unggas yang sakit," ujarnya.
Ernawarni, pengurus RT 05/RW 08, mengatakan dinas peternakan setengah hati menangani kasus flu burung di wilayahnya. Berbeda dari keterangan Mawardi, ia mengaku tak tahu ada petugas dinas peternakan yang pernah memeriksa semua unggas di perumahan itu.
Memang, kata Erna, beberapa waktu lalu ada penyemprotan. Tapi itu hanya berlangsung di wilayah RW 03, beberapa blok dari rumah korban. Sedangkan di RW 08, tempat korban tinggal, tak pernah ada penyemprotan. "Mengapa hanya di satu RW dan yang lainnya tidak?" kata Erna.
Sejumlah warga RW 08 juga menyatakan rela jika unggasnya dimusnahkan meski mereka tak mendapat ganti rugi. "Saya punya 10 burung merpati. Jika semuanya dimusnahkan, saya rela," kata Ibu Rohim, tetangga yang tinggal persis di belakang rumah Endang.
JONIANSYAH