Melipat Waktu
Topik
Setahun setelah badai Katrina beraksi, "bencana" lain menyapa Kota New Orleans. Meski begitu, bencana ini justru menambah pundi-pundi kota dan tak membuat warga harus mengungsi. "Bencana" ini diberi nama Deja Vu, sebuah film thriller besutan sutradara Tony Scott.
Selama sembilan menit pertama, film Deja Vu dibuka tanpa dialog. Hanya serangkaian aliran montage menerpa mata penonton. Sebuah gambaran keriaan para pelaut dan keluarganya saat menikmati Mardi Gras di atas feri di sungai Kota New Orleans. Keceriaan itu dalam sekejap berubah menjadi histeria ketika feri meledak dan menewaskan 543 penumpang.
Agen ATF, Doug Carlin (Denzel Washington), secara tekun meneliti tempat kejadian perkara. Dalam penyelidikannya, dia menghubungkan seorang korban tewas bernama Claire Kuchever (Paula Patton), yang ditemukan mengapung di sungai, dengan sang pelaku. Meski sama-sama terbakar seperti korban feri lain, berdasarkan hasil otopsi, Kuchever ternyata tewas sebelum feri meledak.
Penyelidikan Carlin dalam kasus ini mempertemukannya dengan agen FBI, Pryzwarra (Val Kilmer). Selain mengajak Carlin terlibat secara resmi dalam kasus ini, Pryzwarra memberi kejutan lain: sebuah operasi rahasia yang telah dikembangkan oleh ilmuwan pemerintah. Ternyata selama ini pemerintah Amerika Serikat merancang alat yang mampu memantau warga hingga ke balik dinding rumah.
Pryzwarra kemudian mengenalkan Carlin dengan beberapa anggota tim khusus tersebut. Satu lagi keahlian alat tersebut, yaitu mampu memperlihatkan kembali kejadian empat hari berselang. Dengan peranti canggih sesuai dengan teori Einstein tentang "lubang waktu", ilmuwan Denny (Adam Goldberg), Gunnars (Elden Henson), dan Shanti (Erika Alexander) menampilkan kembali Kuchever di kediamannya beberapa hari sebelum tragedi itu terjadi.
Dan yang paling spektakuler, meski belum mumpuni, peranti canggih itu juga mampu melipat waktu. Mengembalikan seseorang ke masa lalu untuk mengubah takdir, seperti yang diinginkan Carlin, menyelamatkan para penumpang dari musibah. Namun, yang terutama adalah menyelamatkan si cantik Kuchever.
Deja Vu dibuka cukup efektif oleh Scott. Melalui montage yang padat membidik para penumpang, termasuk keceriaan anak-anak, Scott memberi pesan tepat bagi pemirsa. Sehingga saat bom meledak, peristiwa tragis itu terasa begitu mencekam.
Sayang sekali, kepiawaian Scott berakhir di situ. Masalah dalam film ini terutama berasal dari skenario garapan Bill Marsilii dan Terry Rossi yang lemah. Alasan Carroll Oerstadt (Jim Caviezel) sebagai tersangka peledakan tak jelas dan membingungkan. Belum lagi kecenderungan necrophilia (menyukai mayat) yang diidap Carlin menjadikan film ini semakin menyebalkan.
Sejumlah hal klise juga ditemukan dalam skenario film ini. Deja Vu juga tak memberi manfaat apa pun bagi aktor sekelas Oscar seperti Washington, kecuali mungkin sekadar reuni dengan Scott untuk ketiga kalinya. Begitu juga dengan permainan aktor dan aktris yang lain: adem ayem saja, tanpa gereget.
Film: Deja Vu
Sutradara: Tony Scott
Penulis naskah: Bill Marsilii dan Terry Rossio
Pemain: Denzel Washington, Paula Patton, Val Kilmer, James Cavaziel
Durasi: 120 menit
Genre: Thriller
Produser: Touchstone Pictures
Sita Planasari A
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Senihiburan
- Komunitas Blues Berbagai Kota Kumpul di Solo
- Rio Dewanto Kesulitan Pahami Dialog Optatissimus
- Inilah Nomine Indonesian Movie Awards 2013
- Seth MacFarlane Menolak Jadi Pembawa Acara Oscar
- Kiki Amalia Pastikan Tak Terima Job Isi Acara PKS
- George Michael Kecelakaan Mobil
- Kiki Amalia Disebut Terima Duit Fathanah via BCA













