Filipina Timur Porak-poranda


TEMPO Interaktif, Legazpi: Pesawat Angkatan Udara Filipina C-130, Sabtu (2/12) pagi lalu, menderu-deru di langit Kota Legazpi yang porak-poranda dilumat Badai Durian yang mengamuk sepanjang Kamis malam lalu. Pemandangan yang menyayat hati menyambut kedatangan tim penyelamat.

"Bencana terjadi hampir di setiap sudut dari propinsi ini - tanah longsor, banjir, pohon-pohon tumbang dan rumah-rumah hancur," kata Gubernur Albay Fernando Gonzalez. Legazpi, ibukota propinsi yang terletak di Semenanjung Bicol ini, yang paling parah kerusakannya.

Sedikitnya delapan desa habis tak bersisa dilumat tanah longsor dan lahar dingin yang mengelinding dari puncak Gunung Mayon. Cuma kelihatan ujung atap rumahnya saja. Kubah gunung api yang meletus pada Juli lalu itu ambrol dihajar badai berkecepatan 225 kilometer per jam itu.

Sebagian wajah Gunung Mayon, yang terletak sekitar 350 kilometer arah tenggara Manila, yang tadinya hijau oleh pepohonan berganti coklat keabu-abuan, karena diselimuti lumpur dan debu vulkanik. Tanah longsor dan lahar dingin melahap semua benda yang dilewatinya.

Kebanyakan kota-kota di timur Propinsi Albay, seperti Santo Domingo dan Daraga, babak belur dicabik-cabik supertopan yang oleh masyarakat setempat dinamai Reming. Hujan lebat yang dibawa badai Durian juga mengakibatkan banjir bandang yang merendam Guinobatan.

AFP | PNA | SS KURNIAWAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X