Laporan Buron Korupsi dari Masyarakat Bertambah


TEMPO Interaktif, Jakarta:Partisipasi masyarakat dalam menanggapi penayangan koruptor buron di media elektronik dan cetak semakin bertambah. "Kelihatannya masyarakat berikan apresiasi untuk penayangan koruptor. Tapi sampai saat ini (buron) belum ada yang ditangkap," ujar Jaksa Agung Muda Intelejen Muchtar Arifin, usai pelantikan jaksa eselon dua dikantornya, Rabu (06/12).

Kejaksaan selalu mengecek setiap informasi yang diberikan oleh masyarakat mengenai buronan ini. Namun beberapa hari lalu kejaksaan agung sempat salah mengidentifikasi buronan. "Sangat mirip, begitu cek, kami turun tengah malam ternyata bukan (buron yang dicari)," ujar Muchtar.

Namun, tim kejaksaan saat itu tidak menangkap orang yang dikira buron tersebut. Saat mengidentifikasi, kejaksaan menyadari bahwa walaupun mirip, orang yang berdomisili di Jakarta tersebut bukan buron yang dicari. Namun Muchtar enggan menyebutkan nama buron tersebut.

Menurut Muchtar, ada tambahan beberapa laporan dari masyarakat yang masuk dan diolah oleh tim. Namun jumlah laporannya hingga saat ini tidak mencapai sepuluh laporan.

Pada 17 Oktober lalu, kejaksaan agung mulai menayangkan 14 buron terpidana korupsi. Tiap minggunya kejaksaan agung menayangkan satu buron. Hingga saat ini sudah ada tujuh terpidana yang ditayangkan dimedia.

FANNY FEBIANA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X