OKI Minta Indonesia Lobi Filipina dan Thailand untuk Selesaikan Konflik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Organisasi Konferensi Islam meminta pemerintah Indonesia membantu upaya penyelesaian konflik di Mindanao, Filipina Selatan, dan Thailand Selatan. "Bantuan lobi dari pemerintah Indonesia akan sangat membantu penyelesaian konflik di daerah tersebut," kata Wakil Sekretaris Jenderal OKI, Atta Manane Bakhit, dalam keterangan persnya usai bertemu Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Rabu (6/12).
Bakhit mengatakan, OKI tengah mengupayakan adanya pembicaraan segitiga dengan pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Moro (MILF). OKI, kata dia, merencanakan pertemuan tersebut berlangsung pada Februari tahun depan di Jeddah.
Sebelumnya, kata dia, telah ada perjanjian damai Tripoli yang diprakarsai pada 1996. Namun, kata dia, implementasi perjanjian tersebut tidak lancar karena perhatian pemerintah Filipina tersedot kepada masalah politik dalam negeri sementara pihak Moro National Liberation Front sendiri kemudian terpecah menjadi beberapa faksi.
Bakhit mengatakan, pihaknya berharap kesepakatan baru dapat tercapai di Jeddah. Daerah Filipina Selatan yang penduduknya mayoritas beragama Islam memerlukan bantuan karena wilayah tersebut sangat tertinggal pembangunan ekonominya.
Selain masalah di Asia Tenggara, Bakhit mengatakan OKI juga meminta pemerintah Indonesia turut berkontribusi secara politik terhadap penyelesaian konflik Israel-Palestina. OKI, kata dia, juga meminta Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusian kepada rakyat Palestina.
OKTAMANDJAYA WIGUNA





