Petualangan di Negeri Senja


Game aksi petualangan ini menandai kelahiran konsol baru Nintendo, Wii, karena diluncurkan bersamaan dengan peluncuran konsol itu di Amerika Serikat, dua pekan lalu. Game baru ini mengingatkan kita pada sekuel pertama seri Legend of Zelda, yakni Ocarina of Time, yang diluncurkan pada 1987.

Saat itu Ocarina of Time mampu menjembatani transisi dari game dua dimensi (2D) ke tren tiga dimensi (3D). Twilight Princess juga muncul bersamaan dengan konsol generasi baru, dengan sensasi pengalaman bermain yang baru, tapi tetap dengan nuansa nostalgia game legenda Zelda klasik sebelumnya.

Seperti game Zelda lainnya, Twilight Princess masih bercerita tentang seorang putri yang bernama Zelda dan sebuah wilayah bernama Hyrule. Dari sini, sebuah kekuatan kegelapan hendak menguasai wilayah ini dan akan menggabungkan dunia Hyrule dengan Kerajaan Senja, yang akan memerangkap Hyrule dalam kondisi senja yang tiada akhir.

Dalam game ini Anda akan berperan sebagai Link, pemuda desa, yang sehari-hari memelihara kambing di area peternakan. Tugas Link adalah mempertaruhkan nyawanya untuk membebaskan Hyrule dan Putri Zelda dari kekuasaan kegelapan.

Dalam petualangan di Kerajaan Senja ini, Link berubah wujud menjadi serigala abu-abu. Sejak awal permainan, Link ditemani makhluk berwujud setan kecil bernama Midna. Midna setia berada di punggung Link untuk menjelajahi hamparan alam Hyrule yang sangat luas, yang skalanya belum pernah Anda temukan di game sebelumnya

Ada sekitar enam wilayah besar yang terhubung melalui lembah dan kanal. Semuanya dipenuhi dengan gua-gua yang siap dieksplorasi serta karakter-karakter yang menarik dijumpai. Link dan Midna harus menebak-nebak gua yang harus dimasuki untuk mengumpulkan item dan menemukan senjata-senjata baru sebagai bekal untuk menghadapi bos-bos musuh yang telah menunggu mereka.

Untungnya, Link dianugerahi kemampuan berlari, menggali, melacak jejak bau, serta menemukan obyek atau gua yang tersembunyi. Kemampuan itu sangat bermanfaat saat mereka harus mencari tears of light (air mata cahaya), sebuah energi cahaya murni yang telah dicuri oleh serangga raksasa.

Namun, pertempuran melawan musuh dalam permainan ini tak begitu sulit diselesaikan. Kebanyakan musuh dapat ditundukkan hanya dengan mengayunkan pedang (dalam hal ini Wiimote/remote Wii).

Ada sekitar 50 stage area yang harus Anda jalani dengan mode bertahan. Di setiap perhentian itu, Anda akan menemukan bos musuh berukuran raksasa. Anda bisa saja terus mengayunkan pedang pada titik kelemahannya atau Anda juga dapat mengeluarkan bola dan rantai untuk membelenggunya, tanpa berkeringat.

Namun, ada juga musuh yang harus dikalahkan dengan penanganan khusus, seperti dengan berputar ke arah belakangnya atau menggunakan item tertentu untuk mencari kelemahannya.

Setiap saat, Midna juga dapat membantu memberi saran langkah yang harus dilakukan. Namun, dengan kontrol Wii yang unik, Anda tak hanya melulu mesti mengoyak lawan dengan pedang.

Dalam game ini Anda juga bisa memancing ikan menggunakan kontrol Wii. Tak perlu kemampuan memancing sungguhan, tinggal goyang-goyangkan remote untuk menarik perhatian ikan, lalu tarik ke arah Anda.

Untuk masalah grafik, Anda akan menjumpai beberapa tekstur dengan resolusi rendah atau bentuk geometris yang kasar dan tak halus. Namun, Twilight Princess cukup bagus dalam hal desain artistik. Kualitas grafik game ini terasa realistis ketimbang Wind Walker. Intinya, ia sudah memenuhi apa yang diinginkan dari sebuah game fantasi.

Yang jelas, di Kerajaan Senja pada legenda Zelda kali ini, Anda bakal menjumpai keasyikan dalam berbagai teka-teki, karakter yang menarik, dan pengalaman unik dengan kendali Wii yang revolusioner.

GAMESPOT | IGN | GAMEZONE | INDRA DARMAWAN

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
ingin gabung
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X