Australia dan India Beli Bank Lokal
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank asing makin gencar membeli bank-bank di Indonesia.
Bank Indonesia saat ini sudah menerima rencana dari Bank Commonwealth (Australia) yang akan mengakuisisi PT Bank Artha Niaga Kentjana Tbk. dan Bank of India akan mengambil alih PT Bank Swadesi Tbk.
"Mereka akan mengambil 50 persen saham, tidak sampai 100 persen, karena masih mempertimbangkan perlunya pemegang saham lokal," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Ch. Fadjrijah.
Fadjrijah menambahkan, rencana akuisisi itu telah mencapai tahap kesepakatan perjanjian atau sales purchasing agreement. "Closing (penutupan transaksi) kuartal pertama tahun depan," katanya.
Sejumlah investor asal Timur Tengah sebelumnya juga sudah menyatakan minatnya untuk membeli bank-bank yang ada di Tanah Air. Investor asal Timur Tengah ini terutama mengincar bank syariah atau konvensional yang memiliki unit syariah.
Selain Al-Barakah, yang berminat mengambil alih bank di Indonesia, menurut Fadjrijah, BI telah bertemu dengan Sedco. Investor asal Arab Saudi itu kini memiliki 21,2 persen saham di Bank Muamalat.
"Sedco punya dua rencana: menambah modal di Bank Muamalat atau membeli salah satu bank lokal dan dimerger dengan Bank Muamalat untuk menjadi satu bank syariah besar," katanya. Sedangkan Kuwait Finance House, yang pernah menyatakan minatnya, menurut Fadjrijah, sampai sekarang belum juga merealisasi rencananya.
Bank of India telah menandatangani perjanjian jual-beli saham bersyarat (conditional sale and purchase shares agreement) di Jakarta kemarin untuk mengakuisisi 76 persen saham Bank Swadesi.
Banyaknya akuisisi bank kecil di Indonesia oleh bank asing terkait dengan kebijakan konsolidasi perbankan oleh BI, yang mensyaratkan modal minimum yang dimiliki bank sebesar Rp 80 miliar pada akhir 2007 dan Rp 100 miliar pada 2010.
Hingga saat ini, tercatat, beberapa bank kecil telah diambil alih kepemilikannya oleh asing, seperti Bank Haga dan Bank Hagakita telah menyepakati diakuisisi oleh Rabobank International, salah satu bank koperasi asal Belanda.
Bank Nusantara Parahyangan didekati investor Jepang, yakni Acom Ltd. serta konsorsium Bank of Tokyo, Mitsubishi, dan UFJ Ltd., yang kesepakatan perjanjiannya telah ditandatangani pada 27 November lalu oleh para pemegang saham.
Industrial and Commercial Bank of China, bank terbesar di Cina yang baru saja memperoleh dana besar hasil penjualan saham perdana bulan lalu, juga tengah merampungkan negosiasi dengan Bank Halim asal Surabaya, yang dimiliki kelompok Gudang Garam.
Suryani Ika Sari/Rr Ariyani