Integrasi Multisistem Operasi


Ada perusahaan yang menggunakan voice over Internet protocol (VoIP) untuk pelayanan informasi atau keluhan pelanggan. Perusahaan lainnya menyediakan sebuah situs web yang mampu merekam keluhan atau pesanan pelanggan dan kemudian segera meresponsnya.

Mungkin layanan itu bukan sesuatu yang sangat istimewa bagi pelanggan. Tapi perusahaan yang paham pentingnya arti pelanggan mau mengeluarkan upaya dan uang yang besar untuk mewujudkannya. Untuk sebuah layanan baru, kadang perusahaan harus membangun aplikasi unik pada server yang baru pula.

Lain ceritanya jika beberapa atau semua kemampuan itu bisa diintegrasikan ke dalam satu server saja. Ini artinya penghematan luar biasa bagi perusahaan. Server yang sama bisa digunakan untuk pelayanan bagi pelanggan dan juga untuk mendukung operasional harian, seperti untuk database, system management, dan backup.

Server yang bisa mengintegrasikan banyak aplikasi unik dengan beragam sistem operasi itu pada akhir tahun ini bakal diluncurkan IBM. Namanya server IBM System i5.

IBM i5 adalah jajaran server yang memiliki kemampuan virtualisasi, yang tidak dimiliki oleh server lain. Server ini mampu menjalankan empat sistem operasi yang berbeda, yaitu i5/OS (sistem operasi asli i5), Linux (baik untuk prosesor Intel maupun prosesor lainnya), IBM Power, dan AIX 5L (sistem operasi UNIX IBM), secara bersamaan.

Menurut Kustiawan Kusumo, Country Manager System i5 IBM Indonesia, dengan kemampuan ini, perusahaan dapat melakukan efisiensi dan meningkatkan utilisasi server-server yang mereka miliki.

Tanpa virtualisasi, sebuah server x86 biasanya hanya memiliki utilisasi sekitar 10-20 persen. Artinya, banyak sumber daya yang terbuang secara percuma. Dengan virtualisasi ini, utilisasi server bisa ditingkatkan menjadi 70-80 persen.

System i5 menggunakan teknologi virtualisasi peranti keras bernama IBM POWER Hypervisor, yang mengatur sinkronisasi kebutuhan virtualisasi terhadap prosesor, memori, hard disk, tape, optical drive, dan ethernet.

Artinya, dalam sebuah server, setiap partisi yang menjalankan sistem operasi yang berbeda dapat berbagi prosesor, memori, dan peranti-peranti keras lainnya. Server ini sendiri menggunakan prosesor IBM POWER 5 +, yang juga digunakan pada konsol game Xbox 360 atau PlayStation 3. Prosesor ini berkecepatan 1,9-2,2 gigahertz dengan L2 cache sebesar 1,9 megabita dan L3 cache sebesar 36 megabita.

IBM menyediakan empat model System i5, yaitu 520 (1-2 prosesor), 550 (1-4 prosesor), 570 (2-16 prosesor), dan model 595 (8-64 prosesor). Setiap prosesor bisa digunakan untuk 10 partisi. "Dan sebuah server bisa dibagi hingga menjadi 250 partisi dengan sistem operasi yang berbeda-beda," ujar Kustiawan.

Menurut Inu Wikantiyoso, IBM System i5 Specialist, keragaman sistem operasi dapat mendukung efektivitas sebuah perusahaan. "Banyak aplikasi unik yang mungkin hanya bisa dijalankan di sistem operasi tertentu," katanya.

Misalnya Enterprise Resource Planning untuk aplikasi industri yang dijalankan di i5/OS, aplikasi business intelligent dan e-mail server yang dijalankan di sistem operasi Windows, atau aplikasi warehouse system yang dijalankan pada sistem UNIX (AIX 5L).

Selain itu, kata Inu, i5 memiliki kelebihan lain dari sisi keamanan. Karena sistem operasi ini adalah sistem operasi yang berorientasi obyek (seperti pada bahasa program Java), sistem tersebut tak akan menghadapi masalah virus atau hacker. "System i5 memasang akses keamanan hingga pada lapisan sistem operasi, bukan hanya bahasa pemrograman."

Sudah banyak yang merasakan kelebihan System i5. Menurut survei dari IDC terhadap 12 perusahaan di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia yang menggunakan sistem ini, ternyata mereka merasakan peningkatan produktivitas sebesar 68 persen pada operasional teknologi informasi (TI) mereka.

Rata-rata mereka mendapatkan return on investment (ROI) sebesar 258 persen hanya dalam tiga tahun serta periode impas hanya dalam lima bulan. Di dalam negeri, Bank Permata juga memberikan testimoninya.

Menurut General Manager TI Bank Permata Hariantono Y.B., sistem yang ditawarkan IBM ini sangat integratif sehingga tak perlu berurusan dengan beragam vendor bila sistem bermasalah. "Keandalan perangkat keras ini sudah terbukti. Kami menggunakannya untuk menjalankan sistem perbankan inti Jack Henry Application," katanya.

Tentu saja semua keuntungan itu tidak didapat dengan murah. Walaupun penggunaan sistem ini bergantung pada kondisi TI tiap perusahaan, Kustiawan mengakui System i5 memang mahal. "Namun, bila cost of ownership dihitung dengan penghematan yang didapatkan untuk operasional TI, saya rasa harga itu tidak terlalu mahal," katanya.

Indra Darmawan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X