Awal 2007 RUU Keamanan Nasional diharapkan Bisa dibahas
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahana Juwono Sudarsono berharap, awal 2007 Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional yang tengah digodok Direktorat Jendral Strategi Pertahaan, bisa dibahas antara Pemerintah dan DPR. "Kami berharap, undang-undang ini bisa diprioritaskan untuk dibahas," ujarnya usai membuka acara sosialisasi pelaksanaan tugas di Tim Supervisi dan Trasformasi Bisnis TNI di Kantornya Kamis (28/12).
Menurutnya, diskusi pembahasan rancangan ini sudah dilakukan antara Departemennya, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, dan Kepolisian sebanyak enam putaran. "Draf akademisnya sudah jadi, tapi itu masih menjadi rahasia negara," ujar Juwono.
Soal posisi organisasi kepolisian, kata dia, masih belum final. apakah akan ditentukan dalam RUU ini atau tidak. Dia mengakui, di internal kepolisian ada pada saat ini ada tiga pendapat berbeda. Ada yang setuju polisi ditempatkan di bawah institusi sipil, ada yang tidak setuju, dan yang berpendapat menunggu transisi supaya pararel dengan masuknya TNI ke Departemen Pertahanan."Saya pikir Kapolri (Jenderal Sutanto) mewakili salah satu dari pendapat-pendapat itu," ujarnya.
Dalam sistem presidensial, kata Juwowo, tentara dan polisi ada di bawah komando langsung presiden. Dalam tatanan otoritas sipil, dia menambahkan, TNI disarankan ada dibawah Departemen Pertahanan. "Polisi juga masuk ke salah satu institusi sipil yang mengkoordinasikan strategi kebijakan kepolisian," ujarnya. Institusi sipil yang dimaksud, kata Juwono, adalah Departemen Dalam Negeri atau Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Masalah resistensi yang muncul dari pihak Markas Besar Kepolisian yang tidak mau posisi organisasinya di bawah dua departemen itu, Juwono berjanji akan melakukan pendekatan. "Saya akan bicara dengan teman-teman dari kepolisian," ujarnya. Soal kapan draf RUU ini akan disampaikan ke presiden, Juwono mengaku belum tahu."Nantilah, masih mengantri," katanya.
Raden Rachmadi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Ngos-ngosan Naik Tangga? Performa Seksual Jelek
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly
- Ngaku Anak Kapolri, Wanita Ini Dipenjara
- Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas
- Tunisia Tahan Amina Tyler, Demonstran Bugil
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Rumah Sakit Swasta Ini Batal Mundur dari KJS














