Ekspor Furniture Ditargetkan Naik 20 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono mentargetkan, ekspor produk furnitur Indonesia pada 2007 naik 20 persen mencapai US$ 2 miliar (Rp 18 triliun) dari tahun lalu US$ 1,8 miliar. Sedangkan jenis kerajinan ekspor ditargetkan sekitar US$ 700 juta dari tahun lalu US$ 600 juta. "Peningkatan ekspor pada tahun ini hampir sama dengan tahun lalu," ujarnya, Selasa (2/1).
Dia menjelaskan, peningkatan ekspor pada produk kayu, sedangkan untuk jenis rotan justru mengalami penurunan.
Ambar menambahkan, kecilnya indeks peningkatan ekspor pada tahun ini, diakibatkan tata niaga kayu dalam negeri dan isu illegal logging.
"Kami terhambat karena perlakuan aparat yang bisa menghentikan muatan kayu dan tidak jelasnya berapa lama harus ditahan dan diperikssa," kata Ambar.
Menurut Ambar, kalaupun surat sudah lengkap pasti ada saja kesalahan yang dikatakan illegal. Pemeriksaan tersebut dinilai menghambat proses produksi karena sebagian besar pengusaha mebel adalah usaha kecil dan menengah.
Ekspor furnitur Indonesia sempat mengalami penurunan selama dua tahun dari US$ 1,5 miliar pada 2000 menjadi US$ 1,4 miliar pada 2001-2002. Sedangkan pada 2003 kembali mengalami peningkatan US$ 1,5 miliar dan tahun 2004 terus meningkat menjadi US$ 1,6 miliar. Sementara pada 2005, posisi penjualan sama dengan 2006, berkisar US$ 1,8 miliar sampai US$ 1,9 miliar.
INDRA MANENDA ROSSI