Badai Isobel Hentikan Aktivitas Penerbangan dan Pelayaran


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun El Tari Kupang meminta masyarakat mewaspadai cuaca buruk yang melanda sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur akibat badai Isobel.

Badai itu kini masih berpusat di bagian selatan Pulau Sumba dan diperkirakan bergerak melewati Samudera Hindia menuju Australia dalam 48 jam ke depan.

Imbauan ini menyusul hujan deras disertai angin kencang dan gelombang laut setinggi empat meter dalam dua hari terakhir. Badai ini menyebabkan banjir di Flores bagian barat yang menewaskan Vitalis Djebarus, warga Desa Rando,
Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Gubernur Nusa Tenggara Tenggara Timur Piet A. Tallo menerbitkan tujuh instruksi, antara lain meminta instansi teknis memperketat proses perizinan jasa transportasi laut dan udara.

"Saya berharap semua pihak koordinasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika berkaitan dengan kaadaan cuaca di darat, laut dan udara," kata Tallo di Kupang, Kamis siang.

Manajemen PT Merpati Nusantara Airllines telah menghentikan sementara penerbangan lokal menggunakan pesawat jenis Cassa dari Kupang menuju ke Flores dan Sumba.

Sales Manager PT Merpati, Muhammad Syafaat, mengatakan
penerbangan lokal baru akan dimulai setelah cuaca
membaik. Langkah serupa, diambil manajemen PT Trans Nusa
Air Service, salah satu maskapai penerbangan lokal.

"Penerbangan ke Flores Barat dan Sumba Barat dihentikan
untuk sementara waktu. Kami sudah sampaikan pembatalan ini kepada para calon penumpang dan mereka memahami kondisi yang terjadi," ujar juru bicara Trans Nusa, Theresia Lede.

Jems de Fortuna

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X