Megawati: Menteri Perhubungan Mestinya Mundur


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Denpasar:Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan, partainya tidak akan meminta para menteri di kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bertanggung jawab atas berbagai masalah untuk mundur.

"Tapi bila memang bertanggung jawab mestinya mundur sendiri," katanya usai membuka Rapat Kerja Nasional I PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, kemarin.

Komentar Megawati itu sehubungan dengan hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air pada Senin lalu yang hingga tadi malam belum ditemukan. Sehari setelah dinyatakan hilang, sempat terjadi kekacauan informasi ditemukannya pesawat. Setelah tim evakuasi menelusuri lokasi yang disebut-sebut tempat jatuhnya pesawat, ternyata tidak ada.

Padahal, saat itu informasi telah disebarluaskan melalui media massa oleh pejabat di tinggat lokal sampai pusat.
Menurut bekas Presiden RI ini, partainya lebih melihat pentingnya pembenahan sistem sehingga berbagai kecelakaan bisa dihindari. "Jangan-jangan kalau ganti orang masalah pun tidak terselesaikan," ujarnya.

Seringkali, kata dia, masalah dana menjadi kambing hitam tanpa disertai upaya maksimal untuk melakukan perubahan. Mega mencontohkan saat menjadi presiden dengan menjadikan Badan Meteorologi dan geofisika sebagai sebuah badan tersendiri.

Saat ini sistem perigatan dini apabila terjadi bencana alam sangat lemah. Padahal secara alamiah bencana seperti tanah longsor, gunung meletus, kondisi cuaca, dapat dipantau.

Kelemahan mendasar adalah dalam hal manajemen pengelolaan informasi. Misalnya, soal kondisi awan, cuaca, kondisi jalur transportasi udara dan laut. Situasi itu diperburuk oleh faktor rendahnya disiplin perusahaan penerbangan.

Dia meminta pemerintah untuk mendata ulang seluruh jalur perhubungan serta kondisinya. Begitu pula dengan kondisi perusahaan penerbangan. "Apakah pesawatnya masih layak
terbang dan memenuhi syarat keamanan," tegasnya.

Rofiqi Hasan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X