Diperlakukan Diskriminatif, Penyandang Cacat Demo UGM


TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Merasa diperlakukan diskriminatif oleh panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, puluhan orang penyandang cacat berunjuk rasa.

Mereka menuntut persamaan hak dalam mengikuti seleksi mahasiswa baru dan mengancam melaporkan UGM ke Komnas HAM atas perlakuan tersebut.

Para penyandang cacat yang tergabung dalam Fron Nasional Anti Dikriminasi (FNAD) melakukan aksinya di Balairung kompleks kantor rektorat UGM, Selasa (16/1) pagi.

"Dalam brosur yang disebarkan ke masyarakat, penyandang cacat tubuh dan ketunaan dikambinghitamkan dapat mengganggu proses belajar. Kami kaum difabel dihadang dengan persyaratan itu. Perlakuan ini jelas diskriminatif dan melanggar Hak Asasi Manusia," kata Koordinator FNAD, Joni Yulianto yang tuna netra.

Dalam aksinya, FAND membawa poster dan spanduk. Isinya, mengecam UGM yang mempunyai reputasi Internasional ternyata tidak bermoral dan bersikap diskriminatif. Poster-poster itu antara lain berbunyi UGM=Universitas Gak Mutu, UGM Primitif, Penyandang Cacat Juga Manusia, Kami Bukan Sampah, dan sebagainya.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UGM, Dr Chairil Anwar yang menemui para penyandang cacat menyatakan, aturan yang terulis di brosur merupakan aturan umum. Di beberapa program studi, kata Chairil, memang mengharuskan adanya kesehatan jasmani. "Misalnya untuk fakultas kedokteran, syaratnya harus sehat, bisa melihat. Jangan sampai setelah diterima ternyata ada kendala yang prinsip," kata Chairil.

Menurut Chairil, untuk beberapa fakultas UGM memberi kesempatan yang sama terhadap penyandang cacat maupun mereka yang sehat. Buktinya, kata dia, saat ini ada beberapa mahasiswa UGM yang berasal dari kaum difabel. "Jadi tidak benar jika UGM diskriminatif," kata dia. Syaiful Amin

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X