Tantangan Menteri Sofyan Dinilai Salah Alamat

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tantangan enteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil yang meminta komunitas open source sofware tampil layaknya pelaku bisnis dinilai keliru. "Salah alamat," ujar Ketua Asosiasi Warung Internet Indonesia Judith MS kepada Tempo, Sabtu (20/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, Sofyan memberikan tenggat selama tiga bulan kepada komunitas open source sofware untuk membentuk jaringan bisnis bila ingin ikut dalam proses tender pengadaan pitanti lunak di lingkungan pemerintah.

Sofyan berpendapat, tantangan itu ditujukan agar komunitas open source sofware dapat memberikan layanan ketika terjadi gangguan sistem operasi. "Mereka harus mulai menggarapnya seperti bisnis. Tidak sebatas hobi," ujar Sofyan, Kamis (18/1).

Menurut Judith, tantangan itu seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan bukan komunitas open source. Apalagi, kata dia, sejak 2004, pemerintah telah mendeklarasikan pengembangan IGOS.

Saat ini, jelas Judith, cukup sulit bagi komunitas open source untuk berkembang jika tidak diberikan kesempatan. "Bagaimana mungkin dikejar dalam waktu tiga bulan. Sumber dana mereka minim, jaringan juga terbatas," katanya.

Dengan sumber daya yang ada, Judith yakin pemerintah sebenarnya mampu memfasilitasi kebutuhan komunitas open source untuk berkembang. "Kalo ada kemauan pasti ada jalan. Persoalannya pemerintah mau tidak," ujarnya.

Terhadap tantangan Sofyan, Judith malah balik menantang. "Apa yang bisa dia (Sofyan) lakukan agar open source bisa berkembang untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dalam waktu tiga bulan," katanya.

RIKY FERDIANTO