Topik
Infografis
Pendatang Tewas Dipukuli Teman Sekampung
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Seorang pendatang tewas di kamar kosnya petang kemarin. Sebelum tewas dibunuh Hermawan, 31 tahun, teman sekampungnya sendiri, Andi alias Ikrama baru saja tiba di Jakarta tiga hari sebelumnya.
Pembunuhan itu bermula saat pelaku dan korban mabuk bersama di tempat kos Hermawan di Gang Haji Bonar, Jalan Kompi Jenggot, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Pada saat itu bergabung pula Bambang, adik Hermawan.
Andi tiba-tiba memukuli Bambang. Hermawan, pedagang minyak keliling itu, lalu melerai keduanya. Tapi Andi tak mau berhenti.
Kalap adiknya dipukuli, Hermawan pun meraih balok kayu sepanjang tiga meter dari pojok kamarnya. Balok itu dipukulkan empat kali ke punggung, pinggang, kepala, dan leher Andi. Korban pun tersungkur, kepalanya membentur kaca, lalu tewas seketika.
Hermawan dan Bambang mencoba melarikan diri. Namun polisi menangkap Hermawan malam itu juga. Di kantor polisi Hermawan mengatakan Bambang tak terlibat. "Ikram biasa minta uang ke Bambang, tapi tidak pernah diberi," katanya di Kepolisian Sektor Cilincing, Jumat malam.
Sri, 24 tahun, istri korban, mengatakan, Andi baru saja datang tiga hari lalu dari Bima, Nusa Tenggara Barat. "Dia mau jemput saya, mau mengajak pulang kampung," kata Sri.
FERY FIRMANSYAH | IBNU RUSYDI