Mudik ala Ikan Karang


Arus laut bisa menghanyutkan larva ikan kecil jauh dari rumahnya. Namun, hidung ikan kecil ini ternyata bisa memandunya menemukan kembali terumbu karang tempat mereka dibesarkan.

Jelle Atema, ahli biologi sensorik di Boston University, dan Gabriele Gerlach dari Marine Biological Laboratory di Woods Hole, Massachusetts, Amerika Serikat, menganalisis unit gen kecil yang disebut marker mikrosatelit pada tiga spesies ikan karang, yaitu ikan cardinal, ikan berduri damsel, dan ikan neon neon damsel, yang hidup di lima terumbu karang di kawasan Great Barrier Reef, Australia.

Marker itu mengindikasikan ikan yang dapat kembali ke rumah karangnya bukan semata-mata beruntung menemukan karang yang tepat. Ikan cardinal, misalnya, memperlihatkan perbedaan genetik yang amat jelas antara satu terumbu karang dan yang lain.

"Meskipun larvanya tersebar di samudra luas, ada perbedaan yang jelas antarterumbu," kata Atema. "Mayoritas ikan itu harus mudik setiap generasi. Mereka yang pergi ke karang lain akan mati dan tidak bereproduksi."

Untuk mengetahui apa yang memandu ikan cardinal pulang, ilmuwan ini menempatkan larva ikan dalam saluran air yang berisi ceruk-ceruk sampel air yang diambil dari berbagai terumbu karang. Larva ikan lebih menyukai air dari terumbu karang rumahnya dan menghabiskan waktu lebih banyak di ceruk itu dibanding air dari terumbu karang tetangga.

Para peneliti menduga larva ikan ini mengendus bau familiar yang tersebar di dalam air untuk memandunya pulang. Cara ikan berusia tiga minggu ini mirip dengan manusia. "Satu-satunya perbedaan air, bukannya udara yang masuk ke organ penciuman, dan mereka mengendus bau yang larut di air," kata Atema.

livescience

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X