Indeks Saham Tertekan
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Indeks harga saham gabungan Bursa Efek Jakarta pada penutupan perdagangan sore ini ditutup 1.808,575. Ini berarti melemah 8,834 poin (0,49 persen).
Menurut analis saham Sari Jaya Sekuritas, Rafdi Prima, penurunan itu dipicu oleh aksi ambil untung sebagian investor. Aksi itu lantaran pada beberapa hari belakangan kenaikan indeks cukup signifikan.
"Indikasi aksi ambil untung itu bisa dilihat dari volume perdagangan yang lebih kecil dibandingkan rata-rata empat hari lalu," katanya kepada Tempo, sore ini.
Dia menambahkan, turunnya saham Nikkei, Hangsei, dan Strait Times di bursa regional juga turut menekan indeks hari ini. Indeks bahkan sempat mencapai level terendah pada 1.789.
Saham yang menekan indeks hari ini adalah saham blue chips--unggulan--seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Sedangkan yang menahan indeks adalah PT International National Nickel Indonesia Tbk. (INCO), dan Perusahaan Gas Negara Tbk. yang naik signifikan 500 poin (lima persen).
Rafdi memperkirakan, dalam beberapa hari ini indeks akan cenderung bergerak sempit. "Akan lebih dipengaruhi bursa regional," katanya.
DESY PAKPAHAN
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung














