Pembrontak Komunis-Tentara Filipina Terlibat Pembunuhan Politik
TEMPO Interaktif, Manila:Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo hari ini mengatakan para gerilyawan komunis dan sejumlah tentara Filipina terlibat dalam beberapa kasus pembunuhan politik. Tapi ia membela militer yang dituding melakukan kekerasan uamg melanggar HAM.
Berbicara di depan diplomat asing di Istana Malacanang sehari sesudah menerima laporan komisi pencari fakta pembunuhan politik, Arroyo menyeru diakhirinya "pola tak berkesudahan kekerasan".
"Investigasi menunjukkan kaitan baik kanan maupun kiri, atas pembrontak komunis seiring kemungkinan elemen-elemen militer kami (terlibat)," kata Arroyo lagi.
Kepala komisi pencari fakta bentukan Arroyo, bekas Hakim Agung Jose Melo, seperti dikutip harian Philipine Daily Inquirer edisi Selasa lalu mengatakan bahwa banyak tentara terlibat dalam sebagian pembunuhan politisi, dan atasan mereka seharusnya dimintai pertanggungjawaban. AP/dwi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Dunia
- Kisah Tahanan Lolos dari Penjara Kejam Korea Utara
- Teroris Barbar Beraksi di Inggris
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Pemilu Iran, Rafsanjani dan Mashaei Dilarang Ikut
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- Hukuman Rios Montt Dimentahkan Pengadilan Tinggi













