Radio Pengaman Kiriman Barang


Salah satu kegunaan label (tag) radio frequency identification (RFID) adalah pelacakan produk. Tak hanya melacak keberadaan (posisi geografi), label yang sebenarnya adalah cip komputer itu juga dapat mengirimkan peringatan atas kondisi barang, misalnya paparan suhu dan sinar matahari.

Data yang terdapat pada label RFID itu diperlukan oleh banyak pihak, dari manufaktur, distributor, pengecer besar, hingga kantor bea dan cukai. Persoalannya, tiap-tiap pihak memakai standar yang berbeda sehingga menyulitkan dalam pertukaran data. Untuk itu, dibutuhkan program yang bisa bekerja dan berbagi data dari label RFID tersebut.

International Business Machines Corp. (IBM) baru-baru ini meluncurkan software yang disebut WebSphere RFID Information Center, yang bisa menjadi solusi. Program ini, menurut Christian Clauss dari IBM Sensor Information Management, dapat membaca dan bekerja dengan label radio ultra-high-frequency dan high-frequency atau antarkedua frekuensi penyiaran tersebut dengan menggunakan teknologi EPC Information Services.

EPC atau Electronic Product Code merupakan spesifikasi untuk pengklasifikasian produk yang menyediakan cara untuk memotong perbedaan-perbedaan karena tiap peranti RFID menggunakan frekuensi yang berbeda sesuai dengan peraturan pemerintah masing-masing dan EPCIS (EPC Information Service). Dengan menggunakan standar yang diterima secara internasional, perusahaan-perusahaan tak perlu khawatir untuk bisa bekerja dan berbagi data RFID.

Cara kerja IBM WebSphere RFID Information Center adalah menerima data sensor dari WebSphere RFID Premises Server--produk IBM lainnya yang telah tersedia di pasar. Program itu lalu mengelola dan membagi data ke berbagai aplikasi, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Program ini juga berfungsi memverifikasi pengapalan yang memberikan pemantauan secara visual dari pengapalan dan mengkonfirmasikan penerimaan barang di tempat tujuan. IBM berharap tiga industri pertama yang dapat memanfaatkan RFID Information Center ini adalah farmasi, retail, dan logistik. Sebagai pilot program ini adalah distributor farmasi terbesar Amerika Serikat, Cardinal Health, yang bermarkas di Dublin, Ohio.

Hasil uji coba itu diumumkan Cardinal Health pertengahan Desember lalu yang menyimpulkan penggunaan program WebSphere RFID Information Center dan RFID Premises Server berjalan baik dan diperlukan untuk dilakukan di semua industri RFID sehingga menjadi standar global.

Perusahaan-perusahaan farmasi Amerika Serikat sejak 1 Desember lalu diharuskan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) untuk memakai pedigree pada produk obatnya. Salah satu teknologi yang direkomendasikan FDA untuk pedigree ini adalah label RFID. Penggunaan label RFID dapat membantu membantu mencegah pemalsuan dan pencurian obat saat pengiriman dari gudang pabrik ke pengecer.

ibm | eweek | zdnet | wikipedia | dody

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X