Bank Dunia: Investasi Infrastruktur Terlalu Rendah
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Dunia menyatakan dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara investasi Indonesia untuk infrastruktur publik terlalu rendah. Pendapat ini muncul dari laporan terbaru Bank Dunia bertajuk "Kajian Pengeluaran Publik Indonesia: Memaksimalkan Peluang Baru" yang dipaparkan di Jakarta.
Menurut Bank Dunia, investasi infrastruktur publik bahkan mengalami penurunan secara dramatis setelah krisis ekonomi sampai hanya sekitar 1 persen Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2000. "Indonesia berada pada urutan paling bawah dalam pelayanan terhadap akses air bersih, listrik dan sanitasi," sebut Bank Dunia dalam laporannya.
Menurut Bank Dunia, hanya 40 persen dari penduduk Indonesia memiliki akses terhadap air keran (PDAM) dan sepertiga penduduk Indonesia atau lebih dari 70 juta orang tidak memiliki akses jaringan listrik. Keadaan ini tak berubah dalam beberapa tahun terakhir. Total investasi infrastruktur publik--dari keseluruhan sektor publik, BUMN dan swasta-- hanya berjumlah 3,4 persen PDB atau sekitar US$ 10,2 miliar,
Agus Supriyanto
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi













