Topik
Indonesia Setuju Kirim Specimen Virus Flu Burung
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia menyetujui mengirimkan specimen virus Flu Burung ke laboratorium WHO. Menteri Kesehatan Siti Fadilah SUpari menyatakan specimen akan dikirimkan setelah ada mekanisme persyaratan pengiriman. "Mekanismenya akan dibuat secepat mungkin dalam beberapa minggu ke depan," katanya dalam jumpa pers setelah perundingan dengan Badan Kesehatan Dunia di gedung Departemen Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (16/2).
Mekanismenya harus bisa mengatur sedemikian rupa sehingga tak merugikan Indonesia. Sehingga specimen tak disalahgunakan untuk kepentingan komersial. Harus adil dan bijaksana," kata dia.
Nantinya, mekanisme akan mengatur resiko dan tanggung jawab. Mekanisme akan mengatur kompensasi, untuk Indonesia. "Kompensiasi bsa berupa uang, peningkatan kapasitas, atau transfer teknologi," kata Siti.
Sebelumnya Indonesia menolak mengirimkan specimen virus H5N1 ke laboratorium Badan itu. Karena, specimen disalahgunakan oleh negara lain untuk membuat vaksin. Padahal, pemerintah hany a mengijinkan virus didiagnosa, bukan dikomersialkan.
WHO, kata Siti, memang memiliki ketentuan, suatu negara bisa membuat vaksin virus yang melanda negara lain. Terutama virus yang bisa menyebar keseluruh dunia. Tapi, lanjut Siti, aturan itu, lebih sering berpihak pada industri penyedia vaksin. "Badan Dunia kadang elupakan kepentingan umum."
Menurut dia, perundingan dengan WHO, berlangsung alot. Selama sekitar lima jam, terjadi tarik ulur antara pemerintah dan Badan itu. Tapi pemerintah tegas, tak mengirimkan virus sampai, mekanisme disetujui. "Sampai kesepakatan diketik mereka (Badan) menanyakan kapan virus dikirim," kata Siti.
Direktur Eksekutif WHO untuk Penyakit Menular, David Heymann, gembira atas keputusan ini. Pengiriman virus sesuai dengan Global Public Health Security. "Kami akan terus bekerjasama dengan Indonesia untuk membuat mekanisme ini."
Tapi, David tak menjamin vaksin yang dihasilkan akan dijual murah. Yang jelas, kata dia, Badan Dunia, akan bekerjasama secara transparan dan nantinya akan melibatka n industri lokal di Indonesia. pramono