Kedungombo ditutup
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Waduk Kedungombo yang terletak di tiga Kabupaten: Grobogan, Boyolali dan Sragen, mulai Jum'at, 16 Pebruari ditutup karena elevansi waduk di bawah ukuran normal. Hal ini disebabkan kurangnya curah hujan di tiga wilayah kabupaten itu. Demikian diungkapkan Rudi Atmoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Grobogan. "Elevansi waduk kurang dari 70 meter."
Padahal ukuran elevansi normalnya 80-85 meter. Sebelumnya, pada Desember lalu waduk pernah ditutup selama satu bulan, karena hal yang sama. Sejak dibuka lagi 19 Januari selama satu bulan, elevansi waduk setiap harinya mengurang 8 cm dengan debit 32,6 M3/hari. Pada akhirnya, elevansi waduk terakhir hanya 70 meter.
Menurut Rudi, jika waduk tidak ditutup ada kekhawatiran badan waduk mengalami kekeringan. Jika ini terjadi, dikhawatirkan tanah dasar waduk mudah bergerak,
sehingga akibatnya bisa mempengaruhi konstruksi waduk. Agar hal ini tidak terjadi, melalui kesepakatan dengan petani pengguna air, dan kelompok tani lainnya, waduk
ditutup. "Baru dibuka setelah elevansi kembali ke posisi normal," ujar Rusdi. bandelan
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Pakar: E-KTP Rawan Diretas
- Jokowi: Rumah Sakit Jangan Hanya Kejar Untung
- Calon Pasangan Terbaik Indonesian Movie Awards
- Frans Magnis: Dipo Alam Wajib Bela SBY
- Korban dan Pelaku Potong 'Burung' Jadi Tersangka?
- Foto-foto Langka Macan Tutul Jawa di Habitatnya
- Kisah 33 Tahun Tinggal di Bantaran Waduk Pluit













