Pasukan Elite Iran Beraksi di Irak
TEMPO Interaktif, Washington: Pemerintah Amerika Serikat menuduh pasukan elite Al-Quds, bagian dari pasukan Garda Revolusi Iran, telah beroperasi di Irak dengan menyokong milisi Syiah melawan tentara Amerika.
"Al-Quds mungkin bertindak sendiri di Irak. Kami tak tahu seberapa jauh (pemerintah Iran mengetahuinya)," kata Robert M. Gates, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, kemarin.
Gates menduga kelompok penguasa di Iran bahkan tidak mengetahui agen-agen khusus mereka menyusup ke Irak dan membantu pemberontak membunuh orang Amerika dan Irak.
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad sebelumnya telah menolak mentah-mentah soal peran Garda Revolusi itu. Dia balik menuduh Amerika sengaja melontarkan isu tersebut untuk menutupi kegagalannya di Irak.
Al-Quds adalah pasukan Iran yang paling elite dan rahasia. Selama dua dekade terakhir, pasukan itu diduga telah membantu mempersenjatai dan melatih gerilyawan Hizbullah di Libanon, pejuang Islam di Bosnia dan Afganistan, dan tentara muslim di Sudan.
Anggotanya terdiri atas orang-orang terbaik dari Garda Revolusi, tapi jalur komandonya terpisah karena mereka bertanggung jawab langsung kepada pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pasukan yang dibentuk pada 1980-an itu bertugas untuk operasi-operasi di luar negeri. "Apa yang dilakukan Al-Quds sangat khusus, kerja paling berbahaya dan beroperasi di bawah tanah," kata Mahan Abedin, ahli Iran dan Direktur Penelitian Pusat Studi Terorisme, di London, Inggris.
Presiden George W. Bush secara resmi telah menyebut Al-Quds sebagai musuh baru Amerika, Rabu lalu. Untuk membuktikan keterlibatan Al-Quds, Pentagon memamerkan sejumlah bukti berupa bom-bom jalanan canggih yang dapat menembakkan sepotong logam yang mampu menembus kendaraan lapis baja.
Menurut juru bicara militer Amerika di Bagdad, Mayor Jenderal William Caldwell, orang Iran dan Irak yang ditahan oleh Amerika mengatakan saat diinterogasi bahwa, "Al-Quds menyediakan dukungan bagi kelompok-kelompok ekstremis di Irak, dalam bentuk uang ataupun senjata."
EXAMINER | IHT | AP | AFP | KURNIAWAN
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
Berita Utama Dunia
- Bos IMF Jadi Saksi Diawasi dalam Kasus Arbitrase
- Pemilu Iran, Inilah Profil 8 Calon Presiden
- Jembatan Antar-Pulau di Washington Ambruk
- Pengacara Kirim Petisi ke Pentagon Soal Guantanamo
- Gara-gara Pisang, Guru Ini Diskors
- Cameron: Serangan di London Tak Terkait Islam
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest














