Setiap 3 Bulan 650 orang Meninggal Karena AIDS


TEMPO Interaktif, Jakarta: Jumlah penderita AIDS di Jakarta terus melonjak. Menurut data Departemen Kesehatan, Desember 2006 tercatat 2.565 kasus AIDS terjadi di Ibu Kota. Padahal, tiga bulan sebelumnya, jumlahnya hanya 2.394 kasus dengan angka kematian sebanyak 409 orang. Artinya penderita penyakit itu bertambah 171 orang hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Kasie Bimbingan dan Evaluasi Subdit AIDS dan Penyakit Menular Seksual Depkes, Dyah Esti Mustikawati menyatakan melonjaknya kasus AIDS di Jakarta belum tentu karena bertambahnya penderita HIV baru. "Bisa jadi sudah menderita lama tapi baru terdeteksi," katanya, Minggu (18/02).

Penyebab melonjaknya penderita AIDS itu bisa dilihat dari dua sisi. Pertama memang karena jumlah penderita bertambah. Kedua karena mulai terdatanya penderita lama. "Masyarakat kini mulai terbuka. Mereka mulai mengecek diri di rumah sakit-rumah sakit, karena itu muncul kasus-kasus baru," ujarnya.

Hasil survey menemukan penyebab utama AIDS di Jakarta adalah jarum suntik. "Di kota-kota di Jawa, 43 persen menderita karena jarum suntik, termasuk Jakarta," katanya. Sedangkan seks bebas hanya menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen.

Saat ini pemerintah melalui Departemen Kesehatan telah menyiapkan 23 rumah sakit yang secara khusus dapat menangani pasien AIDS. Namun kendala justru muncul dari ketidakjelasan aparat kepolisian dalam membedakan pengguna dengan pengedar narkotika. "Kasus terbanyak karena jarum suntik dan banyak dari mereka adalah pengguna, mereka takut disangka pengedar," katanya.

Saat ini laju kasus AIDS sudah sangat mengkhawatirkan. Setiap triwulan sekitar 650 orang menderita penyakit yang belum ada obatnya ini.

Dwi Riyanto Agustiar

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X